BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung kembali menggerakkan roda birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Balai Kota, Kamis (12/2/2026). Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memimpin langsung prosesi tersebut sebagai langkah konsolidasi menghadapi dinamika pembangunan kota.
Sebanyak 153 pejabat administrator dan pengawas serta satu pejabat fungsional pembina industri resmi mengemban tugas baru. Farhan menegaskan para pejabat tidak sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi memikul amanah untuk menjaga integritas dan menghadirkan keadilan sosial.
Baca Juga: Ramadan 2026, Pemkot Bandung Perketat Patroli Hiburan Malam dan Tertibkan PMKS
“Jabatan ini bukan hanya posisi, tetapi tanggung jawab moral untuk memastikan pelayanan publik berjalan adil dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Farhan mendorong penguatan sektor perdagangan, industri, dan ekonomi kreatif sebagai fondasi utama perekonomian Kota Bandung. Ia mengingatkan, sektor pariwisata pernah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1,2 triliun, namun kontribusinya kini masih berada di bawah Rp1 triliun.
Meski demikian, ia melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka lebar. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,85 persen menurutnya menjadi momentum bagi Bandung untuk melaju lebih cepat.
Namun Farhan mengingatkan, pembangunan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan. Ia menyoroti penurunan tingkat kesejahteraan sebagian warga yang terlihat dari pergeseran status desil 3 ke desil 2 dan 1. Kondisi itu menunjukkan kesenjangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah serius.
“Prinsip kita dalam SDGs adalah no one is left behind. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal,” ujarnya.
3 Fokus Utama Pejabat Baru
Sejak menjabat pada September lalu, Farhan mengunjungi lebih dari 80 kelurahan dan bertemu hampir seluruh ketua RW. Dari kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah kondisi kemiskinan ekstrem, termasuk seorang janda dengan dua anak di Kecamatan Cidadap yang tinggal di rumah rawan longsor.
Dalam arahannya, Farhan menekankan tiga fokus utama bagi pejabat yang baru dilantik yakni pemerataan layanan publik, optimalisasi inovasi, dan penguatan integritas.
“Integritas adalah wajah kita di mata masyarakat. Jika integritas kita buruk, maka wajah pemerintahan juga ikut buruk,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pejabat menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan profesionalisme dalam satu kesatuan kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.
Beberapa pejabat yang turut dilantik antara lain Tubagus Agus Mulyadi, Dicky Wisnumulya, Bariati Ratna Aju, Yana Supriatma, Edi Suparyoto, serta Dedi Priyadi Nugraha sebagai Pembina Industri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.
(Jingga Sonjaya)



