PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kasus investasi bodong MBA di duga menyeret sejumlah nama kader Partai Golkar Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).
Ketua DPD Golkar Pangandaran, M. Taufik Martin mengatakan, pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil tindakan organisatoris sebelum ada kejelasan status hukum yang tetap.
BACA JUGA:
Investasi Bodong MBAstrack Tipu Ribuan Warga Pangandaran
Dia menyatakan sikap untuk tetap menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
”Saya tidak ingin Partai Golkar tercemar dengan hal-hal itu. Jadi, lebih elegan jika kita menunggu kabar dari pihak kepolisian mengenai status pidana atau perdatanya,” kata Taufik Martin.
Dia menegasakan, operasional unit usaha MBA merupakan ranah personal dan tidak berkaitan dengan instruksi maupun kebijakan partai.
Dia mengaku, baru mengetahui adanya gejolak terkait persoalan tersebut. Termasuk isu hambatan pencairan dana menjelang rapat paripurna pada Kamis 5 Februari lalu.
Hingga saat ini, partai masih memantau perkembangan kasus yang di sebut-sebut menyeret nama D, E dan Y.
Sebelumnya, ratusan warga di Kabupaten Pangandaran menggeruduk kantor MBA (MBAstack Limited Company) di wilayah Kecamatan Parigi, Senin (9/2/2026).
Mereka di duga menjadi korban investasi bodong setelah dana yang di tanamkan tak kunjung bisa di cairkan.
BACA JUGA:
Ratusan Member Geruduk Kantor MBAstrack di Pangandaran
Aksi massa sempat memanas lantaran warga merasa di rugikan. Saat di datangi, kantor MBA dalam kondisi tertutup dan tidak terdapat satu pun pegawai di lokasi.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personel Polres Pangandaran turun tangan untuk meredam emosi warga.
(Sajidin)



