BANJAR,FOKUSJabar.id: Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar, Rossi Hernawati, meminta Perumda Tirta Anom memperluas peran layanan, tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga menghadirkan air minum yang siap konsumsi bagi masyarakat.
Rossi mendorong pengaktifan kembali fasilitas drinking water fountain di sejumlah ruang publik seperti alun-alun dan taman kota. Menurutnya, kehadiran air minum gratis yang layak konsumsi akan memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat citra pelayanan publik.
Baca Juga: Baznas Banjar Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp 32.500 per Jiwa
“Kami berharap Tirta Anom tidak berhenti pada layanan air bersih saja, tetapi juga menyediakan air yang bisa langsung masyarakat konsumsi,” ujar Rossi, Rabu (11/2/2026).
Selain peningkatan layanan, Komisi II DPRD juga mendorong perluasan pasar produk air minum dalam kemasan (AMDK) Tirta Anom. DPRD meminta perusahaan daerah tersebut menjalin kerja sama dengan Dinas KUKMP. Tujuannya agar produk lokal itu dapat masuk ke jaringan ritel modern, termasuk minimarket, seperti produk UMKM lainnya.
DPRD bahkan meminta Pemerintah Kota Banjar memperkuat dukungan melalui kebijakan resmi. Rossi mengusulkan penerbitan Surat Keputusan Wali Kota yang mengatur penggunaan AMDK Tirta Anom di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Di sisi lain, Rossi menyoroti ketiadaan bantuan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2026. Ia menilai absennya DAK SPAM berpotensi menghambat pengembangan infrastruktur air bersih di Kota Banjar.
“Kami menyayangkan tidak adanya DAK SPAM tahun ini. Kami akan melakukan advokasi ke Komisi V DPR RI agar program tersebut bisa kembali masuk,” tegasnya.
Menanggapi dorongan tersebut, Kepala Bagian Humas dan Pelanggan Perumda Tirta Anom, Euis Tresa Ekayanti, menyampaikan bahwa penjualan AMDK Tirta Anom menunjukkan tren peningkatan.
“Alhamdulillah, penjualan terus naik. Untuk pemasaran ke minimarket agar produk semakin terkenal luas, kami akan mengupayakannya dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Euis.
Langkah ekspansi layanan dan pemasaran ini harapannya mampu memperkuat posisi Tirta Anom sebagai perusahaan daerah yang tidak hanya berorientasi pada distribusi air bersih. Tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan dan daya saing produk lokal.
(Budiana Martin)



