LIFESTYLE, FOKUSJabar: Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen penting bagi banyak keluarga, bukan hanya sebagai pergantian kalender, tetapi juga sebagai tradisi budaya yang penuh makna. Suasana hangat biasanya terasa lewat kebersamaan, doa, dan berbagai sajian khas di meja makan.
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, makanan saat Imlek tidak di pilih secara sembarangan. Setiap hidangan memiliki simbol tertentu yang di percaya membawa harapan baik, mulai dari kesehatan, rezeki, hingga umur panjang.
Karena itu, perayaan Imlek sering kali identik dengan kuliner yang sarat filosofi. Sajian-sajian ini di wariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari ritual menyambut tahun baru.
Baa Juga: United Day 9, Perayaan 15 Tahun Kolaborasi Supermusic x Hellprint
1. Yu Sheng. Kemakmuran dan Harapan Baru
Yu Sheng di kenal sebagai salad khas Imlek yang populer terutama di kawasan Asia Tenggara. Hidangan ini biasanya di santap bersama-sama dalam tradisi Lo Hei.
Yaitu mengaduk salad sambil mengangkatnya tinggi menggunakan sumpit. Ritual tersebut melambangkan harapan agar keberuntungan dan rezeki ikut “terangkat” di tahun yang baru.
Yu Sheng juga berisi berbagai bahan berwarna cerah yang mencerminkan doa untuk kebahagiaan, kesuksesan, dan kemakmuran keluarga.
2. Mie Panjang Umur. Menyimbolkan Panjang Umur
Mie panjang umur atau longevity noodles menjadi salah satu menu penting dalam perayaan Imlek. Hidangan ini di sajikan dengan mie yang panjang dan tidak di potong, karena di percaya melambangkan kehidupan yang panjang serta kesehatan yang berkelanjutan.
Dalam tradisi tertentu, memotong mie di anggap dapat mengurangi makna simbolisnya. Karena itu, mie ini di santap sebagai bentuk doa agar keluarga di beri umur panjang dan kesejahteraan.
3. Ikan. Abundance / Surplus
Ikan juga menjadi sajian yang hampir selalu hadir saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata “yu” dapat berarti ikan sekaligus surplus atau kelimpahan.
Simbol Harapan dan Rezeki
Filosofi ini menjadikan ikan sebagai simbol harapan agar rezeki selalu cukup, bahkan berlebih, sepanjang tahun.
Karena maknanya yang kuat, ikan sering di sajikan utuh sebagai lambang keutuhan dan keberuntungan.
4. Makanan Lain yang Sarna Filosofi
Selain tiga hidangan utama tersebut, ada berbagai makanan lain yang juga memiliki simbol mendalam. Kue ketan atau nian gao melambangkan peningkatan dalam hidup, jeruk mandarin identik dengan keberuntungan.
Baca Juga: Somah dan Orang Dalam Mainkan Alat Musik yang tak Lazim
Sementara pangsit dan lumpia sering di asosiasikan dengan kemakmuran karena bentuknya menyerupai emas batangan.
Melalui sajian-sajian ini, Imlek menjadi lebih dari sekadar perayaan, tetapi juga momen untuk menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi keluarga.
Tradisi kuliner Imlek pun terus hidup sebagai simbol kebersamaan, warisan budaya, dan optimisme menyambut masa depan.
(Jingga Sonjaya)


