spot_img
Selasa 10 Februari 2026
spot_img

Garut Siapkan Keju Khas Daerah Lewat Hilirisasi Peternakan Sapi Perah

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut mulai mempercepat hilirisasi sektor peternakan sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Bupati Garut turun langsung memantau sentra peternakan susu di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Senin (9/2/2026), sekaligus mendorong transformasi produksi berbasis nilai tambah.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Garut menggandeng PT Inagi untuk mengembangkan pengolahan susu agar tidak berhenti pada penjualan susu segar. Pemerintah mendorong peternak mengolah hasil produksi menjadi produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga: Kurang 12 Jam, Polisi Garut Ringkus Pelaku Curas di Cibat

Bupati Garut menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam menghadirkan teknologi modern, terutama untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan standar produksi yang konsisten.

“Kolaborasi ini memang tidak mudah, tetapi dengan dukungan Inagi kami ingin menghadirkan pengolahan susu yang lebih modern, higienis, dan terstandar. Produk ini harapannya mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Bupati Garut di sela peninjauan.

CEO Inagi, Farizqi Bayu, menilai kualitas susu sapi perah dari Desa Sukamurni sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk premium. Ia menyebut karakteristik bahan baku setempat memenuhi standar untuk berbagai olahan susu bernilai tinggi.

“Selain yoghurt, susu di sini juga cocok untuk susu steril maupun keju. Kami berharap Garut nantinya memiliki produk keju khas yang terkenal luas, bahkan hingga pasar internasional,” ungkap Farizqi.

Keunggulan Susu Sukamurni Garut

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, menambahkan susu asal Sukamurni memiliki keunggulan pada kadar lemak dan total solid yang tinggi. Kondisi tersebut memberikan peluang besar untuk pengembangan diversifikasi produk olahan.

“Sebagian susu memang sudah diolah menjadi yoghurt. Ke depan, kami ingin mendorong produk lain agar nilai tambahnya meningkat dan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan peternak,” jelas Dyah.

Desa Sukamurni sendiri menjadi salah satu sentra utama produksi susu sapi perah di Kabupaten Garut. Data pemerintah daerah mencatat lebih dari 700 peternak aktif di Kecamatan Cilawu dengan produksi harian mencapai lebih dari 3.500 liter susu.

Camat Cilawu, Deni Darmawan, berharap sinergi antara pemerintah daerah dan investor dapat mempercepat kemajuan sektor peternakan dari hulu hingga ke hilir.

“Kami berharap kehadiran Pak Bupati dan jajaran dinas, serta dukungan investor, bisa membawa perubahan besar bagi pengembangan susu Sukamurni, baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” tutup Deni.


(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru