BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya kecepatan dan kepekaan aparat dalam merespons setiap bencana yang terjadi di wilayah Kota Bandung. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) selalu siaga melayani masyarakat dalam situasi darurat.
Farhan menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh menunggu dan harus dilakukan secara cepat, tepat, serta penuh empati terhadap kondisi warga terdampak.
Baca Juga: Hampir Separuh Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Pemkot Perkuat Layanan Psikologi
“Saya menekankan kepada BPBD dan Damkarmatan agar benar-benar sensitif. Kemudian dapat bergerak cepat dalam memberikan layanan pada setiap kejadian bencana,” ujar Farhan, Senin (9/2/2026).
Ia menyebut Kota Bandung setiap hari menghadapi beragam potensi kejadian, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Karena itu, sistem respons cepat dan koordinasi lintas sektor memegang peran penting dalam menekan risiko dan dampak bencana.
Menurut Farhan, selama ini BPBD dan Damkarmatan telah menunjukkan kinerja yang baik. Kecepatan respons serta penyelesaian di lapangan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keselamatan warga.
“Hingga saat ini, kami masih melihat pelayanan yang sangat baik, dengan respons cepat dan penanganan yang juga cepat,” katanya.
Meski demikian, Farhan menilai masih banyak kejadian di lingkungan masyarakat yang terlambat terdeteksi atau tidak segera dilaporkan. Padahal, kecepatan informasi sangat menentukan efektivitas penanganan darurat.
Peran Aktif Aparat Kewilayahan
Ia menyinggung sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan, seperti insiden warga tenggelam di kawasan Binong dan rumah roboh. Hingga kebakaran di wilayah Babakan Ciparay. Menurutnya, rangkaian kejadian tersebut harus menjadi alarm kewaspadaan bagi seluruh jajaran pemerintah.
“Kebakaran di Babakan Ciparay kemarin menjadi peringatan bagi kita semua agar selalu waspada. Kemudian menangani setiap persoalan secara cepat dan tuntas,” ucapnya.
Farhan meminta aparat kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, meningkatkan peran aktif dalam memantau potensi kerawanan di wilayah masing-masing. Serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan Damkarmatan.
“Pendekatan kewilayahan yang intensif akan membantu mendeteksi potensi bencana sejak dini, sehingga dampaknya bisa diminimalkan,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


