TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Keberadaan SMAN 11 Tasikmalaya semestinya membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Sayangnya, harapan itu tersendat oleh persoalan mendasar yang hingga kini belum terjawab: akses jalan menuju sekolah.
Gedung sekolah telah berdiri dan peresmian sudah terlaksana. Namun, hingga menjelang tahun ajaran baru, jalur masuk menuju SMAN 11 masih belum tersedia secara layak. Kondisi ini memantik kekecewaan warga yang tergabung dalam Aliansi Bungursari.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran KDB, TPS Minta DPRD Kota Tasikmalaya Terbuka
Aliansi tersebut menyoroti komitmen penghibah lahan yang sebelumnya menyatakan kesiapan menyediakan akses jalan. Ketua Aliansi Bungursari, Asep Devo, menilai janji itu tidak pernah terwujud.
“Sejak awal pembangunan, kami mendengar langsung komitmen penghibah lahan dalam audiensi di KCD XII. Mereka menjanjikan akses jalan, baik secara lisan maupun tertulis. Kenyataannya, sampai hari ini tidak ada realisasi sama sekali,” ujar Asep, yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Bungursari.
Aliansi Bungursari bahkan telah mengirimkan surat resmi sebagai bentuk penagihan komitmen. Namun, hingga kini mereka belum menerima jawaban yang jelas.
Menurut Asep, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai konflik teknis semata. Ia menegaskan bahwa akses jalan berkaitan langsung dengan hak siswa dan guru untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Tanpa Akses yang Memadai
Tanpa akses memadai, distribusi fasilitas sekolah terhambat. Risiko keselamatan siswa meningkat, sementara ketidakpastian akses berpotensi mengganggu stabilitas psikologis dalam kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan SMAN 11 Tasikmalaya, Nanang Nurjamil, menjelaskan bahwa penyelesaian masalah akses jalan berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami sudah mengajukan anggaran pembebasan lahan dan peningkatan infrastruktur jalan ke Pemprov Jawa Barat. Sekarang prosesnya tinggal menunggu eksekusi,” kata Nanang saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (7/2/2026).
Hingga saat ini, belum ada kepastian waktu pembangunan jalan menuju SMAN 11 Tasikmalaya. Aliansi Bungursari menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sampai pemerintah dan pihak terkait memberikan solusi nyata.
Masyarakat berharap SMAN 11 tidak hanya berdiri megah sebagai bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat pendidikan yang mudah diakses. Tanpa jalan, sekolah berisiko kehilangan perannya sebagai gerbang masa depan generasi muda.
(Abdul)


