spot_img
Minggu 8 Februari 2026
spot_img

Karnaval Budaya Satu Abad NU Meriahkan Jantung Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya tumpah ruah ke jalan untuk memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun 2026, Sabtu (6/2/2026).

Massa memadati ruas Jalan Dr. Sukarjo hingga sepanjang Jalan HZ Mustafa, kawasan Cihideung, dalam balutan pawai karnaval budaya yang sarat makna persatuan dan kebersamaan. Sejak pagi, arus jalan berubah menjadi lautan putih yang berpadu dengan ragam warna budaya lokal.

Baca Juga: Indo Boxing Lagga Inau Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda di Kota Tasikmalaya

Karnaval tampil semarak dengan berbagai kreasi peserta. Atribut budaya daerah, bendera pesantren, payung geulis, hingga arak-arakan hasil bumi menghiasi perayaan satu abad Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara secara langsung melepas karnaval bersama Ketua PCNU Kota Tasikmalaya Dudu Rohman, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Agus Bukhori, Ketua MUI, para pimpinan pondok pesantren, serta sejumlah pejabat dan tokoh penting lainnya.

Ia menilai, keterlibatan ribuan warga NU menjadi bukti kuatnya semangat persatuan dan solidaritas umat di Kota Tasikmalaya. Ia menyebut karnaval budaya ini sebagai refleksi nilai gotong royong yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Peserta karnaval datang dari berbagai usia, mulai anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Ini menunjukkan semangat dan kecintaan warga NU terhadap organisasinya begitu luar biasa,” ujarnya.

Antusiasme Warga NU Tasikmalaya

Ia mengaku turut merasakan kebahagiaan dalam perayaan tersebut. Meski kondisi kesehatannya tidak sepenuhnya prima, antusiasme warga NU membuatnya tetap bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan.

Lebih lanjut, Ia menegaskan usia satu abad menjadi tonggak penting perjalanan NU dalam mencerdaskan umat. Kemudian membangun peradaban yang berakhlak mulia.

“NU memiliki peran besar dalam merawat keutuhan NKRI, memperkuat kehidupan keagamaan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kontribusi NU juga tampak nyata dalam sektor ekonomi dan pendidikan. Ratusan pondok pesantren warga NU kelola menjadi kekuatan strategis dalam penguatan ekonomi umat sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

“Kehadiran pesantren dengan puluhan ribu santri menjadi motor penggerak ekonomi dan pendidikan. Inilah yang menjadikan Tasikmalaya layak menyandang predikat Kota Santri dan Mutiara Priangan Timur,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru