spot_imgspot_img
Jumat 20 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Karang Taruna Desa Sindawangi Pangandaran Sulap Sampah MBG Jadi Rupiah

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Karang taruna bina remaja Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menyulap sampah dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya menjadi nilai rupiah.

‎Sampah organik dan non organik oleh pengurus Karang taruna di angkut dari dapur MBG menggunakan kendaraan roda tiga ke tempat pemilahan. 

‎Dengan piawai para pemuda tersebut mulai beraksi memilah sejumlah sampah-sampah yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap. 

Baca Juga: Sambut Ramadan, Grand Palma Pangandaran Sediakan Umroh Gratis

‎Tanpa rasa ragu mereka memindahkan ke kantung plastik berwarna hitam dengan ukuran besar. Termasuk Sampah Organik Dapur (SOD) dari sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG.

‎Rencananya, usai di lakukan pemilahan sampah tersebut akan di jual ke salah bank sampah induk di Desa Cikembulan, Pangandaran. Hasil dari penjualan, di gunakan untuk kesejahteraan anggota.

‎Ketua karang taruna bina remaja, Padna bersyukur dengan adanya SPPG yang berada di wilayahnya tersebut.

‎Keberadaan dapur MBG merupakan sebuah peluang besar bagi para pemuda yang tergabung di karang taruna untuk ikut berpartisipasi menyukseskan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

‎”Kita sengaja berkolaborasi dengan pengelola SPPG Sindangwangi untuk memberdayakan para pemuda yang ada di sekitar,” ungkap Padna di temui di gudang pemilahan, Sabtu (7/2/2026). 

Kolaborasi Dengan SPPG

‎Dia menjelaskan, setelah berhasil mengelola sampah di satu SPPG tidak menutup kemungkinan pihaknya akan berkolaborasi dengan SPPG di wilayah lain.

‎‎Pengelola dapur SPPG Sindangwangi, Yayat Candrahayat mengaku terbantu dengan kehadiran para pemuda karang taruna yang berperan aktif dalam membersihkan sampah yang di produksi dapur miliknya.

Baca Juga: Program MBG, Cahaya Hidup Bagi Relawan SPPG Sindangwangi Pangandaran

‎Sebab hal ini sejalan dengan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN). Di mana BGN menekankan higienitas lingkungan serta limbah yang di hasilkan SPPG.

‎‎”Saya cukup bangga dengan karang taruna di sini. Ketuanya koperatif dan mereka mau ikut membantu program ini dalam mengelola limbah dari MBG,” kata Yayat.

Yayat sengaja menyerahkan pengelolaan limbah tersebut kepada para pemuda Karangtaruna supaya para pemuda mempunyai kegiatan positif.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru