spot_img
Jumat 6 Februari 2026
spot_img

Program MBG, Cahaya Hidup Bagi Relawan SPPG Sindangwangi Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Di era yang sedang sulit, kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi cahaya bagi sebagian masyarakat. Hal ini seperti yang di rasakan Shanty Susanti (32) warga Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

‎Shanty adalah seorang ibu rumah tangga dan memiliki satu anak perempuan yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SD. Suaminya bernama Purkon bekerja serabutan setelah terkena PHK di perusahaan swasta berapa tahun lalu.

‎Semenjak itu, Shanty dan suami harus banting tulang demi menghidupi keluarga kecilnya. Dia mengaku telah mencoba berbagai macam pekerjaan. Salah satunya menjual produk orang lain menggunakan jalur online. 

Baca Juga: Susi Pudjiastuti: Denda, Buang Sampah Sembarangan di Pantai Pangandaran

‎Shanty dan suami kompak berjuang mati-matian menggeluti pekerjaannya itu. Tujuannya mulia, ingin punya rumah sendiri agar bisa tinggal bersama keluarga kecilnya. Karena selama berumah tangga, ia tinggal di rumah orangtuanya.

‎‎Namun sayangnya takdir berkata lain, persaingan dagang yang ketat membuat lesu pembeli. Akhirnya Shanty harus rela mengubur dalam-dalam semua mimpinya lantaran usahanya bangkrut. 

‎‎Namun secercah harapan datang di saat usia rumah tangganya menginjak 9 tahun. Di mana program MBG membuka peluang baginya untuk bekerja menjadi relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi.

‎Bagi ibu satu anak itu, pekerjaan tersebut sangat menopang kebutuhan hidupnya. Shanty mengaku ekonominya saat ini mulai sedikit stabil, meski belum maksimal.

Sebuah Keberkahan

‎‎Menurut Shanty, bekerja di SPPG Sindangwangi bukan hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari, melainkan sebuah keberkahan bagi keluarganya.

‎Bagaimana tidak, ia dan suaminya bisa ikut mengais rezeki di tempat tersebut. Shanty bekerja sebagai relawan di SPPG Sindangwangi, sementara suaminya Purkon ikut mengumpulkan sampah dari sisa makanan MBG yang kemudian di jual.

Baca Juga: Kapolda Jabar Soroti Puntung Rokok di Pantai Pangandaran

‎Hasil kerja kerasnya itu, mereka gunakan untuk membayar hutang dan mulai menyisihkan sedikit di celengan. Bagi Shanty, meski pekerjaannya tidak membuatnya kata raya, tetapi bisa menyambung hidupnya.

‎”Alhamdulillah, hutang-hutang yang di luar sudah mulai di cicil. Saya juga sudah mulai sedikit menabung,” ucap Shanty penuh gembira Jumat, (6/2/2026).

‎Shanty sangat merasa bersyukur kepada program yang telah di gagas oleh presiden Prabowo itu. Kini, Shanty dan keluarga bisa bernapas lega.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru