spot_imgspot_img
Jumat 20 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Indonesia-Tiongkok Bersinergi Perkuat Energi Hijau dan Ketahanan Pangan Dukung Program MBG

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Indonesia dan Tiongkok resmi menjalin kemitraan strategis di sektor energi hijau dan ketahanan pangan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kerjasama ini di pastikan tidak membuka ruang impor pangan. Melainkan di fokuskan pada transfer teknologi ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi produksi dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia Wilayah Jawa Barat, Riezka Rahmatiana menegaskan, kolaborasi tersebut tidak membuka kran impor pangan.Tapi sebatas pemanfaatan teknologi modern dari Tiongkok.

“MOU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan. Dari Tiongkok kita hanya mengambil teknologi, sistem dan kendaraan rendah polusi. Untuk program MBG, semuanya 100 persen lokal. Mulai dari UMKM, bahan baku hingga tenaga kerjanya,” kata Riezka Rahmatiana usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok di Kota Bandung, Jumat (6/2/2026) malam.

Riezka menjelaskan, teknologi yang diadopsi akan di gunakan untuk meningkatkan efisiensi dapur produksi MBG, mempercepat proses pengolahan makanan. Sekaligus menekan konsumsi energi dan limbah operasional.

“Kita ingin produksi pangan semakin cepat, aman, efisien dan ramah lingkungan. Tidak ada barang impor untuk kebutuhan dapur, hanya teknologinya saja sebagai alat bantu,” katanya.

Baca Juga: SPPG Cisewu II Dapat “Surat Cinta” dari Penerima Program MBG

Selain di sektor pangan, kemitraan ini juga mencakup rencana pembangunan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Langkah tersebut di nilai mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Manufaktur kendaraan elektrik akan di bangun di sini. Ini berarti ada penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi, sekaligus kontribusi terhadap pengurangan polusi,” ujarnya.

Menurut Riezka, fokus pada energi hijau menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya polusi dan dampak perubahan iklim.

“Dunia sudah semakin panas. Kita harus mengurangi hal-hal yang membahayakan bumi. Energi hijau bukan hanya soal teknologi. Tapi tanggung jawab kita menjaga lingkungan,” ucapnya.

Managing Director Newfront International Group, Kevin Wang menyampaikan, kerja sama ini lahir dari kesamaan visi Indonesia dan Tiongkok dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar kerja sama teknis. Ini adalah pilihan bersama yang berorientasi pada masa depan, menggabungkan potensi sumber daya Indonesia dengan keunggulan teknologi hijau Tiongkok,” ujar Kevin.

Ia menilai, Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi terbarukan. Seperti tenaga surya, angin dan panas bumi. Sedangkan Tiongkok unggul dalam teknologi fotovoltaik, penyimpanan energi serta infrastruktur hijau.

“Sinergi ini akan membantu Indonesia mencapai target bauran energi terbarukan nasional sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: BGN: Bulan Ramadhan MBG Tetap Disalurkan

Di sektor pangan, Kevin menyoroti pengalaman Tiongkok dalam pertanian modern. Mulai dari padi hibrida, mekanisasi hingga sistem pertanian digital yang di nilai relevan di terapkan di Indonesia.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi. Teknologi logistik cerdas akan memastikan pangan sampai ke masyarakat secara aman dan tepat sasaran,” jelasnya.

Kerja sama ini akan di mulai dari Jawa Barat dengan rencana pembangunan sekitar 80.000 dapur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Distribusi pangan akan di dukung kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya serta sistem manajemen berbasis komputasi awan.

“Transportasi cerdas akan memperkuat rantai distribusi pangan nasional. Ini bagian dari pendekatan menyeluruh dari lahan pertanian hingga ke meja makan,” ujarnya.

Kevin menegaskan, pentingnya keberlanjutan program untuk menjamin kesehatan generasi mendatang.

“Anak-anak adalah masa depan. Energi bersih, transportasi ramah lingkungan dan pangan aman harus menjadi fondasi kehidupan mereka,” katanya.

Kemitraan ini sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan energi hijau, transportasi berkelanjutan dan ketahanan pangan sebagai agenda utama pembangunan nasional.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru