OTOMOTIF, FOKUSJabar.id: Pasar SUV di Indonesia pada 2026 semakin ramai dengan persaingan yang kian ketat antar pabrikan. Segmen ini terus berkembang karena konsumen mencari kendaraan yang fleksibel, nyaman untuk aktivitas harian, sekaligus tetap tangguh untuk perjalanan luar kota.
Berbagai merek besar berlomba menghadirkan pembaruan produk, baik lewat desain baru, peningkatan fitur, hingga opsi elektrifikasi. Situasi ini membuat pilihan SUV di pasar domestik semakin beragam.
Persaingan tersebut menjadi perhatian karena beberapa model terbaru hadir dengan strategi berbeda, mulai dari mengandalkan teknologi hybrid hingga memperkuat fitur keselamatan modern untuk menarik pembeli Indonesia.
Baca Juga: China Larang Handle Pintu Mobil Tersembunyi Mulai 2027, Ini Alasannya
SUV Paling Banyak di Perbincangkan 2026
1. Hyundai Creta
Hyundai terus memperkuat posisinya lewat Creta, termasuk dengan menghadirkan varian New CRETA Alpha. Pembaruan ini menjadi bagian dari strategi Hyundai untuk menjaga daya saing di pasar SUV nasional.
2. Honda HR-V
Honda HR-V tetap menjadi salah satu pesaing kuat dengan karakter sporty dan kenyamanan kabin yang kompetitif. Model ini juga menawarkan teknologi hybrid yang menarik bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.
3. Suzuki Fronx
Suzuki meramaikan pasar lewat Fronx yang membawa desain coupe-SUV lebih stylish. Beberapa variannya sudah di bekali teknologi hybrid ringan, menyasar konsumen muda yang ingin gaya sekaligus efisiensi.
Baca Juga: IIMS 2026 Hadir di Kemayoran, Produsen Otomotif Ramaikan Pasar Awal Tahun
4. Toyota Raize dan Daihatsu Rocky
Dua model ini masih menjadi alternatif populer karena menawarkan SUV dengan dimensi praktis, fitur lengkap, serta harga yang relatif kompetitif untuk berbagai kalangan.
Walaupun data penjualan penuh untuk 2026 masih terus berjalan, tren menunjukkan SUV tetap menjadi salah satu kategori kendaraan paling di minati di Indonesia.
Dengan banyaknya model baru dan inovasi yang terus berkembang, persaingan SUV pada 2026 di prediksi akan semakin ketat sepanjang tahun, seiring produsen berlomba menjawab kebutuhan pasar jangka panjang.
(Jingga Sonjaya)


