TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Bencana tanah longsor terjadi di jalur utama penghubung Kabupaten Tasikmalaya–Garut. Tepatnya di Kampung Citengek Desa Kutawaringin Kecamatan Salawu, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan arus lalu lintas tersendat hingga menimbulkan kemacetan panjang dari kedua arah.
BACA JUGA:
Strategi Diky Chandra Jadikan Tasikmalaya Kiblat Ekonomi Kreatif Nasional
Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya menjelaskan, longsoran memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan lebar 30 meter.
Material longsor menutup bahu jalan dan sebagian badan jalan. Sehingga kendaraan dari arah Tasikmalaya maupun Garut tidak dapat melintas secara normal.
“Longsoran tanah menutup bahu jalan dan sebagian jalur utama. Akibatnya, terjadi antrean kendaraan cukup panjang dari dua arah,” ujar Jembar.
Situasi kemacetan semakin di perparah setelah satu unit bus penumpang Karunia Bakti tergelincir ke bahu jalan sebelah kanan. Kendaraan penumpang itu melaju dari arah Tasikmalaya menuju Garut.
Bus tersebut di duga tergelincir ketika berupaya menghindari material longsor yang masih berada di badan jalan.
Beruntung, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut
Para penumpang bus berhasil di evakuasi dengan selamat. Aementara kendaraan lain di arahkan untuk berhenti sementara hingga kondisi memungkinkan.
Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Perhubungan, PUPR Provinsi Jawa Barat, Tagana, BPBD, Damkar serta unsur terkait lainnya langsung di terjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
BACA JUGA:
SPPG Panyingkiran Tasikmalaya Sempat Mogok Masak Karena Dana Macet
Proses evakuasi material longsor dan pengaturan lalu lintas di lakukan secara cepat agar akses jalan dapat segera di pulihkan.
“Berkat respons cepat tim gabungan, material longsor berhasil di evakuasi. Sehingga jalur sudah bisa di lalui secara terbatas. Namun, proses penanganan masih terus di lakukan,” tambah Jembar.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan yang melintasi jalur Salawu agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas, mengikuti arahan petugas di lapangan dan mempertimbangkan jalur alternatif bila d iperlukan,” pungkasnya.
Hingga berita ini di tayangkan, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
(F Kamil)


