spot_img
Kamis 5 Februari 2026
spot_img

Kebun Binatang Bandung Disegel, Pedagang Kecil Kehilangan Nafkah

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penutupan Kebun Binatang Bandung usai pencabutan izin Lembaga Konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) tidak hanya berdampak pada pengelola kawasan wisata. Kebijakan tersebut turut menghantam penghidupan pedagang kecil yang selama ini bergantung pada arus pengunjung.

Sejak aktivitas wisata dihentikan, kawasan sekitar kebun binatang tampak lengang. Lapak-lapak yang biasanya ramai kini sunyi, menyisakan pedagang yang menunggu pembeli tanpa kepastian kapan tempat itu kembali beroperasi.

Baca Juga: Izin LK Masih Digugat, YMT Nilai Penertiban Kebun Binatang Prematur

Nana (55), penjual topeng dan balon, mengaku telah menggantungkan hidup di kawasan tersebut sejak masa kecil. Ia mengikuti jejak orang tuanya berdagang di sekitar Kebun Binatang Bandung, jauh sebelum tempat itu berkembang seperti sekarang.

“Dari kecil sudah jualan di sini. Dulu cuma jual permen pakai baki, sekarang jual topeng sama balon. Dari zaman kebun binatang masih ramai, saya sudah di sini,” ujar Nana, Kamis (5/2/2026).

Menurut Nana, penyegelan kebun binatang langsung berdampak pada penghasilannya. Jika sebelumnya masih ada pembeli meski jumlah pengunjung berkurang, kini transaksi nyaris tidak terjadi.

“Begitu ada penutupan, langsung kerasa. Biasanya masih ada yang beli, sekarang pengunjung datang sebentar lalu pulang karena dari pagi sudah disegel. Jadi benar-benar sepi,” katanya.

Puluhan Tahun Mengais Rejeki di Kawasan Kebun Binatang Bandung

Kondisi serupa Muin (63) alami, pedagang balon yang telah puluhan tahun mencari nafkah di kawasan tersebut. Ia menyebut pendapatannya kini tidak menentu sejak aktivitas wisata berhenti.

“Penghasilan jadi tidak jelas. Kadang dapat seratus ribu, kadang malah kurang. Padahal saya masih punya tanggungan, ada anak dan istri,” tutur Muin.

Muin berharap pemerintah segera mengambil solusi agar Kebun Binatang Bandung kembali pemerintah buka dan roda ekonomi di sekitarnya berputar kembali.

“Mudah-mudahan cepat buka lagi. Kasihan karyawan, kasihan juga pedagang kecil seperti kami. Kalau kebun binatang buka, rezeki kami pasti ikut jalan,” ujarnya.

Jika penutupan berlangsung lama, Muin mengaku tidak memiliki banyak alternatif selain berjualan dengan berkeliling tanpa kepastian.

“Kalau tidak di sini paling muter-muter saja. Harapannya kebun binatang bisa buka lagi, walaupun pakai tiket, yang penting kami bisa berdagang seperti biasa,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru