spot_img
Rabu 4 Februari 2026
spot_img

Hujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, Akses Jalan Terputus

GARUT, FOKUSJabar.id: Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut. Menyebabkan bencana tanah longsor di Kampung Cihaneut, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi pada Selasa (03/02/2026) petang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.25 WIB tersebut mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) ambruk dan menimbun akses jalan warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengonfirmasi. Bahwa pihaknya telah menerjunkan Unit Reaksi Cepat (URC) ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen dampak kerusakan.

Baca Juga: SPPG Cisewu II Dapat “Surat Cinta” dari Penerima Program MBG

“Kami menerima laporan pada Rabu dini hari dan segera mengirimkan tim ke lapangan. Berdasarkan hasil kaji cepat, longsor di picu oleh hujan deras sejak siang hari yang menyebabkan tanah menjadi jenuh. Akibatnya, TPT sepanjang 20 meter dengan tinggi 4 meter ambruk,” ujar Aah Anwar Saefulloh dalam keterangan resminya, Rabu (04/02/2026).

Analisis Teknis dan Dampak

Aah menjelaskan, selain faktor cuaca, di temukan beberapa kelemahan teknis pada konstruksi TPT yang baru di bangun tersebut.

Di antaranya adalah ketiadaan struktur penguatan (pembesian/kolom), tidak adanya saluran drainase yang memadai. Serta kemiringan dinding yang terlalu curam (mencapai 85 derajat).

Dampak dari kejadian ini meliputi:


• Akses Transportasi: Jalan lingkungan tertutup material tanah dan bebatuan sepanjang 20 meter dengan ketebalan mencapai 2 meter.

• Kerusakan Properti: Dua unit rumah milik warga bernama Ipin dan Darmin terdampak material longsor pada bagian halaman.

• Ancaman Susulan: Sebanyak lima unit rumah (milik Amas, Darmin, Ipin, Ade Hidayat, dan Dedi). Yang di huni total 23 jiwa kini dalam posisi terancam jika terjadi longsor susulan.

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Garut terus mengimbau warga untuk tetap waspada. Terutama bagi keluarga yang memiliki balita dan anak sekolah di lokasi terdampak.

Baca Juga: SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah

Saat ini, warga bersama unsur Forkopimcam, perangkat desa, dan tokoh masyarakat tengah bergotong royong membersihkan material longsor.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukaresmi dan Dinas Perkim untuk langkah tindak lanjut. Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup mahkota longsoran guna mencegah air masuk kembali ke celah tanah. Serta bantuan logistik untuk warga yang bekerja bakti,” tambah Aah.

Pihak BPBD juga merekomendasikan adanya kajian teknis lebih lanjut dari dinas terkait untuk pembangunan kembali struktur penahan tanah. Yang lebih permanen dan aman bagi pemukiman di bawahnya.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru