spot_img
Rabu 4 Februari 2026
spot_img

Dukung Program MBG, Petani Ciganjeng Pangandaran Tanam Selada Air

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sejumlah petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menyambut antusias Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka menanam sayuran berjenis selada air dengan sistem hidroponik di area pekarangan rumah. Menariknya, untuk biaya penanaman, para petani bermodalkan urunan.

Sementara ini, penanaman sudah di mulai sejak awal Januari 2026.

Harapannya, hasil panen nanti bisa memasok kebutuhan dapur MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Polda Jabar Lakukan Risk Assessment Keamanan di Kawasan Wisata Pangandaran

Salah seorang petani, Tahmo (50), mengatakan proses penanaman selada di awali dari penyemaian bibit selama 14 hari. Setelah itu tanaman di pindahkan ke lahan yang sudah di siapkan.

Dalam proses ini, membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga Selada air siap di panen.

Menurut Tahmo, modal awal yang berhasil mereka kumpulkan sekitar Rp 11 juta. Uang tersebut hasil urunan bersama rekan petani lainnya.

“Itu hasil urunan bersama, ada yang menyimpan Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada juga yang Rp 200 ribu,” ujar Tahmo di tempat tanaman selada Rabu (4/2/2026) siang.

Dengan modal Rp11 juta, para petani mampu menanam sekitar 2.000 pohon selada. Tetapi jumlah tersebut masih belum mampu mengcover kebutuhan MBG di wilayahnya.

“Untuk tanaman selada sekarang baru 2.000 pohon. Itu juga masih belum mencukupi kebutuhan MBG,” katanya.

Sistem Hidroponik

Tahmo menyebut alasan penanaman menggunakan sistem hidroponik. Menurutnya, metode ini di pilih karena lebih efektif dan efisien. Terlebih hanya menggunakan media paralon berdiameter dua inci.

Baca Juga: Polemik Limbah, DLHK Pangandaran Akan Panggil Ratusan Pengelola Hotel

Tahmo menambahkan, sayuran selada yang di tanam, rencananya akan di suplai langsung ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar dalam program MBG.

Melalui program MBG ini, Ia berharap, para petani lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat langsung dari program pemerintah tersebut.

“Kami sebagai petani tidak ingin cuma nonton. Kami ingin ikut berkontribusi dan mendukung program Presiden,” ucap Tahmo.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru