GARUT, FOKUSJabar.id: Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) hari kedua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisewu II Desa/Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), berjalan aman dan lancar.
Distribusi pertama di mulai pada Senin (2/2/2026) menyasar delapan satuan pendidikan (sekolah). Total seluruhnya 1.013 paket MBG.
BACA JUGA:
SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah
Meski penyaluran MBG berjalan aman dan lancar, namun pihak SPPG Cisewu II mendapat “surat cinta” dari sejumlah penerima manfaat yang ada di SMAN 12 Garut.
Siswa di sana berharap, pihak SPPG Cisewu II memperhatikan kualitas dan variasi menu makanan. Alasannya agar tidak merasa bosan saat menyantap hidangan progam MBG.

“Kami ingin menu yang bergizi dan seimbang dan variasi menu yang menarik,” tulis salah seorang siswi SMAN 12 Garut, Selasa (3/2/2026).
“Menu bisa di sesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi (selera) anak-anak serta ketersediaan bahan lokal,” ungkapnya.
Siswa lainnya menambahkan, Dia ingin SPPG Cisewu II menyiapkan buah Pear sebagai menu pilihan. Pasalnya, kaya akan serat dan vitamin sehingga sangat cocok untuk anak sekolah.
“Mungkin bisa dipertimbangkan untuk menambahkan buah Pear sebagai salah satu opsi menu MBG. Karena bisa sebagai camilan sehat atau sebagai bagian dari menu makan,” imbuhnya.
Tokoh masyarakat Kecamatan Cisewu, Asep berharap, program MBG terus berlanjut. Karena bisa meninhkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, membantu konsentrasi dan prestasi belajar, mengurangi risiko kekurangan gizi dan stunting serta membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar anak.
BACA JUGA:
Laptop Meledak, Rumah 2 Lantai di Cilawu Garut Kebakaran
“Banyak masyarakat yang mendukung program MBG karena melihat langsung dampak positifnya bagi anak-anak dan keluarga,” ucap Asep.
Meski begitu, Dia perpesan agar pengelola SPPG memperhatikan beberapa hal soal menu. Di antaranya, gizi seimbang sesuai kebutuhan anak, variasi menu untuk menghindari kebosanan.
“Keamanan dan kebersihan makanan juga harus menjadi fokus utama pengelola SPPG,” pungkasnya.
(Bambang Fouristian)


