CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga dan menyelenggarakan tradisi budaya jelang ramadhan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur di wilayah masing-masing.
Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menilai berbagai prosesi adat yang rutin digelar menjelang bulan suci Ramadan mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah dan spiritual warisan masa lalu.
Baca Juga: Jalan Rawan Kecelakaan Usai Banjir, Damkar Ciamis Turun Tangan
“Setiap daerah memiliki nama dan bentuk ritual yang berbeda, namun tujuannya sama. Yakni memberikan penghormatan kepada para leluhur,” ujar Dian, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, tradisi budaya yang terselenggara menjelang Ramadan bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan pembersihan diri. Nilai tersebut sejalan dengan kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut ibadah puasa.
“Hampir seluruh ritual itu mengandung makna membersihkan diri dari hal-hal buruk. Tujuannya agar ibadah di bulan Ramadan dapat berjalan dengan lebih baik,” jelasnya.
Dian mengaku terhadap masyarakat Ciamis yang secara konsisten menjaga tradisi. Kemudian terus mengenang jasa para tokoh terdahulu melalui kegiatan adat dan budaya.
Agenda Tahunan

Sebagai bagian dari agenda tahunan, rangkaian ritual budaya menjelang Ramadan akan terselenggara Rabu (4/2/2026). Mulai melalui prosesi Nyepuh di Situs Geger Emas, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu.
Setelah itu, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke sejumlah situs bersejarah lainnya. Antara lain Nyekar di Situs Balaniksa Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing. Misalin di Situs Bojong Galuh Salawe, Kecamatan Cimaragas; Ngikis di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan. Serta Merlawu di Situs Prabu Dimuntur Gunung Susuru, Kecamatan Cijeungjing.
Agenda budaya juga mencakup Ngembang di Situs Makam Djeng Pati Wiraoetama dan Syeh Nurudin, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis. Kemudian Ngikis di Situs Gunung Padang, Kecamatan Sindangkasih; Ngikis di Situs Singaperbangsa, Kecamatan Cisaga. Hingga Nadran di Situs Buyut Mangun Tapa atau Hutan Kota Selamanik, Kecamatan Baregbeg.
“Seluruh ritual budaya tersebut telah terjadwal dan akan terlaksana secara bertahap di berbagai situs bersejarah di Ciamis,” pungkas Dian.
(Husen Maharaja)


