MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Pernahkah Anda membayangkan sebuah danau alami yang airnya sebening kristal di huni ribuan ikan Koi? Jawabannya hanya ada di Situ Cipanten Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka Jawa Barat (Jabar).
Harga satu ekor Ikan Koi yang ada di Situ Cipanten setara dengan mobil mewah.
BACA JUGA:
Kunjungan ke Situ Cipanten Majalengka Hingga 27 Ribu Wisatawan
Memasuki bulan Februari 2026, jagat maya di hebohkan dengan kabar kondisi terkini ribuan Koi yang di hibahkan seorang pengusaha ternama asal Bandung, Hartono Soekwanto.
Pertanyaannya bagaimana nasib ikan-ikan “darah biru” tersebut setelah satu bulan menghuni habitat barunya? Ternyata ribuan ikan sultan tersebut Betah di Situ Cipanten.
Umumnya, ikan Koi peranakan langsung Jepang (import) membutuhkan perawatan ekstra ketat. Mulai dari sistem filtrasi yang rumit hingga aerator yang menyala 24 jam. Namun di Situ Cipanten aturan itu seolah tidak berlaku.
Sang masetro Koi, Hartono Soekwanto mengungkapkan alasan berani melepas 2.165 ekor Koi premium senilai miliaran rupiah di Situ Cipanten.
”Situ Cipanten di dukung 7 mata air alami yang sangat jernih dan minim bakteri jahat. Ini adalah rumah paling nyaman yang pernah ada,” ungkapnya.
Lokasi situ Cipanten berada di kaki Gunung Ciremai memberikan suhu air yang stabil dan kaya oksigen alami serta kualitas airnya kelas wahid. Sehingga sangat cocok bagi rumah Ikan Dewa (Tor Soro).
BACA JUGA:
Panggilan Jiwa Bos Koi Hartono Soekwanto untuk Situ Cipanten Majalengka
Hingga Minggu (1/2/2026), kabar menggembirakan datang dari Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali.
Dia menyebut, kondisi kesehatan ribuan Koi sangat memuaskan. Bagaimana tidak, tingkat kelangsungan Hidup 100 persen sejak ditebar 11 Januari lalu.
Menurut Rudi, tidak ditemukan satu pun ikan yang mati. Bahkan, ribuan ikan terlihat sangat ceria dan tidak stres meski berinteraksi dengan banyak pengunjung.
Mineral alami dari mata air pegunungan dipercaya membuat pigmen warna pada tubuh Koi semakin cerah dan kontras.
”Alhamdulillah, semua sehat. Pengunjung sangat menikmati momen bersentuhan langsung dengan ikan-ikan kelas premium tersebut. Ini benar-benar berkah bagi desa kami,” ungkap Rudi Yudistira Gozali.
Dia mengaku, kehadiran koleksi ikan yang harganya jutaan hingga ratusan juta rupiah per ekor ini menjadi magnet baru bagi pariwisata Majalengka.
Bahkan Bupati Majalengka, Eman Suherman mematok target ambisius. Yakni, kenaikan kunjungan wisatawan menembus 300 persen dari tahun sebelumnya.
Dampak nyata yang sudah terlihat saat ini antara lain, menjadi lokasi wisata edukasi pertama di Dunia. Di mana Cipanten menjadi satu-satunya situ alami di dunia yang menjadi pusat pengembangan Koi kelas kontes.
Tidak heran jika jumlah kunjungan naik dua kali lipat di awal Februari. Alhasil bisa menggerakkan roda ekonomi pedagang dan UMKM di sekitar lokasi.
”Desa Gunungkuning kini disiapkan menjadi pusat budidaya Koi premium. Di mana pengunjung nantinya bisa membeli bibit atau ikan Koi berkualitas sebagai buah tangan,” kata Rudi.
Ke depan, setelah Situ Cipanten menjadi pusat pengembangan Koi Sultan dengan harga selangit. Kini muncul dorongan masyarakat agar Desa Gunungkuning menjadi pusat budidaya ikan Koi kelas premium.
Ketika di Gunungkuning ada pusat budidaya ikan Koi. para pengunjug bisa membelinya sebagai cinderamata.
“Ke depan kami ingin Desa Gunungkuning menjadi pusat budidaya ikan Koi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” katanya.
Menjaga Warisan di Bawah Air
Meskipun menjadi objek wisata, pengelola sangat ketat dalam memberikan edukasi kepada pengunjung. Wisatawan di minta untuk menjaga ikan-ikan ini layaknya milik pribadi.
Memberi makan tidak boleh sembarangan dan di larang keras mengotori area danau.
BACA JUGA:
Penebaran Ikan Koi Harga Miliaran di Situ Cipanten Majalengka, Disaksikan Ribuan Pengunjung
Situ Cipanten kini bukan sekadar tempat wisata air biasa. Situ ini telah bertransformasi menjadi “Akuarium Raksasa Sultan” yang menawarkan ketenangan batin lewat tarian warna-warni Koi di balik jernihnya air pegunungan.
Situ Cipanten siap menyambut wisatawan dengan kesejukan udara pegunungan dan kemewahan warna-warni Koi Jepang yang memanjakan mata.
(Abdul Latif)


