CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Tanjungsukur di Desa Tanjungsukur, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, berada dalam kondisi rawan longsor. Ancaman ini muncul setelah bagian bawah lapangan olahraga sekolah terus tergerus aliran air.
Air dari saluran yang meluap akibat tumpukan sampah mengikis struktur tanah penyangga lapangan. Kondisi tersebut berpotensi memicu ambrolnya lapangan secara menyeluruh dan mengancam bangunan sekolah serta rumah warga yang berada di bawahnya.
Baca Juga: Dari Rumah Sempit Hingga Sudut Kota, Menteri LH Sidak Pengelolaan Sampah di Ciamis
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa peristiwa longsor pada sebagian lapangan olahraga terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Desa Tanjungsukur beberapa hari lalu.
“Hujan deras disertai angin kencang memicu longsornya sebagian lapangan olahraga SDN 3 Tanjungsukur,” ujar Ani, Minggu (1/2/2026).
Selain longsor di area sekolah, BPBD Ciamis juga mencatat dampak bencana lain di Desa Tanjungsukur. Angin kencang merobohkan sejumlah pohon hingga menimpa rumah warga, sementara sebagian genting atap rumah beterbangan tersapu angin.
“Bencana yang terjadi tidak hanya longsor, tetapi juga pohon tumbang dan kerusakan atap rumah warga,” kata Ani.
Hujan deras dan angin kencang tersebut berdampak pada beberapa dusun di Desa Tanjungsukur, di antaranya Dusun Sukajaya dan Dusun Karoya. Tiga rumah warga tercatat mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Tidak hanya Kecamatan Rajadesa, cuaca ekstrem juga melanda wilayah Kecamatan Cipaku. BPBD mencatat kejadian pohon tumbang di tanjakan Alinayin serta di Desa Pusakasari yang sempat mengganggu aktivitas warga.
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan kawasan dengan saluran air yang berpotensi tersumbat, guna mencegah dampak bencana yang lebih besar.
(Husen Maharaja)


