PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Banjir yang merendam dengan ketinggian air mencapai satu meter di persawahan Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran kini mulai surut.
Sebelumnya, areal pesawahan seluas 300 hektare di wilayah tersebut terdampak banjir. Namun saat ini, sebagian besar kondisi banjir berangsur normal.
Di lokasi banjir, masih terdapat area persawahan yang tergenang cukup luas. Kondisi ini di manfaatkan sebagian warga untuk menjaring ikan.
Baca Juga: Polres Pangandaran Serap Aspirasi Warga Langkaplancar, BBM hingga Kamtibmas Jadi Sorotan
Faktor penyebab banjir di lokasi tersebut merupakan air kiriman dari kawasan pegunungan, area itu memang dikenal sebagai wilayah langganan banjir saat musim hujan.
Terlebih ketika curah hujan sedang tinggi melanda Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman, mengatakan meski sudah surut, namun sebagian lahan pertanian masih belum sepenuhnya kering. Tetapi dia menyebut lahan areal persawahan bisa di tanami.
“Insyaallah bisa tanam padi kembali, asalkan tidak diguyur hujan deras lagi, baik di wilayah kami maupun di daerah penyangga, sehingga tidak kembali terdampak banjir,” ujar Imang.
Menurut Imang, bahwa pihak desa sudah lebih dari 10 tahun berupaya meminta adanya penanganan dari pemerintah dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi setiap musim penghujan.
“Dulu juga kita sudah berupaya, dan sampai sekarang kita masih menunggu adanya normalisasi sungai agar tidak terjadi banjir lagi,” katanya.
Siaga Darurat Bencana
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Pangandaran, Supiatno, menyampaikan saat ini masih masuk dalam masa siaga darurat bencana.
Baca Juga: Dari Pemandu Wisata Pangandaran, Kini Pardi Menetap di Swiss
“Bulan-bulan ini memang masih dalam waktu siaga darurat bencana. Namun, untuk wilayah Pangandaran sendiri, alhamdulillah tidak ada bencana kategori besar,” ucap Supiatno.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus melakukan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi dan angin kencang,” ujarnya.
(Sajidin)


