JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy mengatakan, urgensi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.
Mengutip republika.co.id, Rachmat Pambudy menegaskan, pemenuhan gizi masyarakat merupakan persoalan mendasar yang perlu segera di selesaikan.
BACA JUGA:
Dukung MBG, Kandang Ayam Petelur Merah Putih Ciamis Diresmikan
“MBG penting. Lapangan kerja juga penting,” kata Rachmat.
Menurut Dia, MBG merupakan program strategis nasional yang mendukung pencapaian dua Trisula Pembangunan. Yakni, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Program MBG dirancang secara menyeluruh untuk menciptakan multiplier effect pada perekonomian dan mempercepat proses industrialisasi pangan di pedesaan.
Dia mengatakan, MBG menyerap produk desa dan mendorong hilirisasi produk desa dengan memenuhi standar mutu. Sehingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok modern.
Program tersebut bukan sekadar memberikan “ikan” kepada penerima manfaat. Namun juga memberikan “kail” untuk memutar roda perekonomian.
BACA JUGA:
Pemkab Ciamis Dorong Dapur MBG Segera Urus PBG, Ini Alasannya
Pemberian “ikan dan kail” mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi. Namun juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai pasok lokal.
Pada akhir Januari 2026, program MBG telah menyasar lebih dari 60 juta penerima manfaat melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Keberadaan SPPG berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja,” pungkasnya.
(Bambang Fouristian)


