spot_img
Jumat 30 Januari 2026
spot_img

Dari Pemandu Wisata Pangandaran, Kini Pardi Menetap di Swiss

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pardi (52), warga Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran sukses mengadu nasib hingga menetap di negara Switzerland.

Kisah Pardi bermula dari seorang pemandu wisata di pantai Pangandaran tahun 1980. Pada era itu adalah masa keemasan di Pantai selatan Jawa Barat. Di mana kerap ramai dikunjungi turis mancanegara.

Pardi berprofesi sebagai tour guide. Dengan kemampuan bahasa asing yang dia pelajari secara otodidak, ia menjadi jembatan antara wisatawan luar negeri dengan masyarakat lokal.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Perkuat Tata Kelola Pantai Lewat Dialog Pelaku Wisata

“Pangandaran saat itu benar-benar ramai, hampir setiap hari ada turis asing yang datang. Saya banyak belajar langsung dari mereka, terutama bahasa Inggris dan sedikit bahasa Jerman,” ungkap Pardi mengenang, Jumat, (30/1/2026).

Dari sinilah, takdir mempertemukan Pardi dengan seorang wisatawan asal Swiss. Perkenalan singkat itu berlanjut ke jenjang pernikahan, dan lahirlah seorang putri cantik hasil pernikahan mereka.

Kebahagiaan pun sempat menyelimuti rumah tangga mereka. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus.

Setelah beberapa tahun tinggal di Swiss, pernikahannya kandas. Tetapi Pardi mengambil keputusan menetap di Swiss demi sang anak.

“Saya tidak ingin jauh dari putri saya. Meski berat, tapi keputusan itu saya ambil agar bisa tetap mendampingi pertumbuhannya,” ujar Pardi.

Takdir kembali mempertemukan Pardi dengan cinta baru di Swiss, ia berjumpa dengan seorang perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat.

Pertemuan itu berkembang menjadi pernikahan. Dari pernikahan keduanya, ia dikaruniai tiga orang putri.

Kehidupan Pardi di negeri orang kian berwarna. Meski jauh dari tanah kelahirannya, dia tetap menjaga akar budaya Sunda dalam keluarga kecilnya.

“Di rumah, saya tetap mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan bahasa Sunda, supaya anak-anak tidak lupa asal usul orang tuanya,” katanya sambil tersenyum.

Tour Leader

Meski kehidupan membawanya jauh dari Pangandaran, profesi awal sebagai pemandu wisata tetap melekat. Kini, Pardi bekerja sebagai tour leader, khususnya mendampingi warga Indonesia yang berwisata ke Swiss.

Gunung-gunung Alpen yang megah, danau biru yang jernih, serta kota-kota tua yang memesona, semua ia perkenalkan dengan penuh semangat.

Pardi tak hanya sekadar memandu, tetapi juga berbagi cerita pengalaman hidupnya di negeri yang terkenal dengan cokelat dan jam tangan itu.

Baca Juga: BPBD Pangandaran Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem

“Bagi saya, menjadi tour leader bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari hidup. Seperti kembali ke masa muda ketika saya pertama kali memandu wisatawan di Pangandaran, apalagi anak-anak sudah besar sehingga lebih banyak waktu untuk menggeluti profesi lama,” tutur Pardi.

Meski tinggal di Swiss, Pardi tak pernah melupakan Pangandaran sedikit pun. Ia sering menceritakan keindahan pantai kampung halamannya kepada wisatawan maupun sahabat di Swiss.

“Pangandaran selalu jadi bagian hidup saya. Dari sana perjalanan ini semua dimulai,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru