TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Saluran irigasi yang selama ini hanya berfungsi sebagai aliran air, kini berubah menjadi sumber penghidupan bagi warga Kampung Bantarsari, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Berkat kreativitas dan semangat gotong royong, warga berhasil memanfaatkan drainase lingkungan menjadi kolam budidaya ikan lele bernilai ekonomis.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lahan bukan hambatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Program tersebut sekaligus sejalan dengan semangat Tasik PELAK, yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi warga.
Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Parkir untuk Dongkrak PAD
Terinspirasi dari Media, Digerakkan oleh Kepedulian Lingkungan
Penggagas budidaya lele di saluran irigasi ini adalah Ahep Ahbab Abdillah. Ide tersebut muncul setelah ia melihat tayangan berita dan konten digital tentang pemanfaatan drainase di daerah lain. Dari sana, Ahep memperdalam pengetahuan secara mandiri melalui berbagai tutorial daring.
“Awalnya saya melihat contoh di televisi dan YouTube. Setelah itu saya berdiskusi dengan pengurus Bank Sampah Al-Uswah serta RT dan RW setempat. Alhamdulillah mendapat dukungan, lalu kami mulai bergerak,” ujar Ahep, Kamis (29/01/2026).
Gotong Royong Warga, Menebar 4.000 Benih Lele
Sebelum menjadi kolam budidaya, warga bersama-sama membersihkan selokan dari sampah dan endapan lumpur agar layak bagi kehidupan ikan. Upaya tersebut kini membuahkan hasil. Sekitar 4.000 ekor benih lele telah ditebar di satu titik sebagai tahap awal atau proyek percontohan.
Langkah ini membuka peluang usaha baru di tengah kawasan permukiman padat, sekaligus memperkuat kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Harap Dukungan Pemerintah untuk Keberlanjutan
Meski sudah berjalan, Ahep mengakui pengembangan budidaya lele ini masih menghadapi sejumlah kendala. Ia berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui dinas terkait, terutama dalam hal penyediaan benih tambahan serta sarana penunjang keamanan.
“Kami butuh dukungan benih agar kapasitas produksi meningkat, juga penerangan di sekitar irigasi supaya lebih aman pada malam hari,” jelasnya.
Menurut Ahep, dukungan tersebut akan sangat membantu agar usaha budidaya lele ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga.
Menyulap Lingkungan Jadi Aset Produktif
Apa yang warga Bantarsari lakukan menunjukkan bahwa kreativitas dan kolaborasi mampu mengubah fasilitas umum menjadi aset bernilai ekonomi. Inovasi sederhana ini harapannya dapat menginspirasi wilayah lain di Kota Tasikmalaya untuk memanfaatkan potensi lingkungan sekitar secara produktif.
Dengan semangat kemandirian, warga Bantarsari tak sekadar membudidayakan ikan, tetapi juga tengah menumbuhkan harapan akan masa depan ekonomi yang lebih baik.
(Abdul)


