BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung Jawa Barat (Jabar) fokus terhadap Kawasan Bandung Utara (KBU). Khususnya wilayah Gunung Manglayang yang merupakan daerah paling rawan terhadap potensi bencana longsor di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kawasan Gunung Manglayang menjadi titik yang paling mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, jaraknya yang sangat dekat dengan permukiman warga.
BACA JUGA:
Antisipasi Gejolak Pembangunan BRT Bandung Raya, Farhan Prioritaskan Penataan PKL dan Parkir
“KBU yang paling mengkhawatirkan. Terus terang, yang paling tegang sekarang itu Gunung Manglayang,” kata Farhan, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemkot Bandung saat ini tengah melakukan penataan dan pengamanan wilayah di tiga kecamatan yang berada di kaki Gunung Manglayang. Yakni, Ujungberung, Mandalajati dan Cibiru.
“Kita sedang berbenah di wilayah Kecamatan Cibiru, Mandalajati dan Ujungberung,” katanya.
Farhan menjelaskan, ketiga kecamatan tersebut berperan sebagai zona penyangga atau buffer antara kawasan pegunungan dan wilayah permukiman.
Karena itu, Pemkot Bandung berupaya memastikan seluruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan tersebut tetap terjaga.
“Kita ingin memastikan semua buffer yang kita punya benar-benar terjaga. Kita sudah membeli dan membuka banyak RTH di Mandalajati dan Cibiru. Itu harus di pastikan pohonnya terjaga. Tidak di tebang atau di gusur,” jelasnya.
Farhan menegaskan, tidak ada alih fungsi lahan di kawasan tersebut. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, Pemkot Bandung justru menambah luasan RTH. Khususnya di wilayah Cibiru dan Mandalajati.
BACA JUGA:
50 Korban Longsor Cisarua KBB Ditemukan
“Tidak ada alih fungsi lahan. Sejak dua tahun lalu kita justru menambah RTH. Penanaman di arahkan ke sana sejak zaman Pak Koswara dan Mang Oded,” ucapnya.
Meski sebagian RTH di gunakan sebagai area pemakaman. Namun vegetasi tetap di pertahankan.
Frahan mengakui, pohon-pohon yang ada masih relatif muda. Namun tetap berfungsi sebagai penahan alami.
Terkait potensi longsor, kawasan Manglayang harus mendapatkan kewaspadaan lebih tinggi di banding wilayah lainnya.
“Kalau Manglayang, iya. Kita harus lebih khawatir karena jarak titik kritis dengan wilayah permukiman warga Kota Bandung sangat dekat,” ungkapnya.
Selain penguatan RTH sebagai buffer alami, pihaknya juga menunggu pelaksanaan modifikasi cuaca yang di koordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari upaya mitigasi tambahan.
“Insya Allah cukup. Di tambah kita juga sedang menunggu jadwal modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca ini di koordinasikan oleh BNPB,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


