GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan yang menggabungkan aspirasi dari Kecamatan Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler tersebut di pusatkan di Kantor Kecamatan Tarogong Kaler.
BACA JUGA:
Bupati Garut Terbitkan Surat Pernyataan Bencana Cuaca Ekstrem
Putri Karlina menegaskan, kehadiran pimpinan daerah dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk mengawal langsung aspirasi warga. Sekaligus memastikan arah pembangunan selaras dengan visi besar Kabupaten Garut.
Wabup Garut secara terbuka menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan finansial daerah yang membuat pemerintah tidak dapat mengakomodir seluruh usulan masyarakat.
Karenanya, Dia menekankan pentingnya penerapan skala prioritas yang ketat dalam perencanaan anggaran.
“Musrenbang itu harus dihadiri oleh kepala daerah untuk mendengarkan dan mengawal, walaupun tidak semuanya terakomodir. Selain itu, kita juga memberikan pemahaman atau ‘doktrin’ mengenai arah pembangunan Garut ke depan akan seperti apa,” katar Putri Karlina.
Menanggapi tingginya permintaan masyarakat terkait perbaikan infrastruktur dan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Putri memberikan penjelasan edukatif mengenai kondisi makro ekonomi daerah.
DIa menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan sosial yang besar memerlukan fondasi ekonomi yang kuat.
Menurutnya, kuncinya terletak pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Jika PDRB naik, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara otomatis akan ikut terkerek naik.
BACA JUGA:
KP-RI Sasakadana Garut, Pendapatan Tembus 116 Persen
“Kita harus sama-sama mem-booster PDRB dulu. Jika PDRB naik, PAD pasti naik karena itu menunjukkan kapasitas belanja masyarakat serta produktivitas barang dan jasa di wilayah kita,” jelasnya.
Mendorong Kemandirian Wilayah
Mengingat Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler merupakan wilayah “jantung” Kabupaten Garut, Putri berharap, para pemangku kepentingan di kedua kecamatan tersebut mampu melahirkan inovasi program.
Harapannya, program-program masa depan tidak hanya bergantung pada APBD. Namun juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi wilayah yang berkelanjutan.
(Y.A.Supianto)


