GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut Jawa Barat (Jabar) menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi generasi muda di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Garut Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Nia Garnia Karyana.
BACA JUGA:
Nyalakan ‘Lilin’ dari Giriawas, Jejak Bakti Permata Intan Garut Berakhir
Dia menyoroti tantangan demografi Kabupaten Garut yang kini di huni sekitar 2,9 juta jiwa.
Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp4,9 trilyun, dukungan pemerintah memiliki keterbatasan. Sehingga masyarakat, khususnya mahasiswa harus mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri.
“Mahasiswa sebagai usia produktif jangan hanya bergantung pada kegiatan formal seperti menjadi dosen, guru ataupun ASN. Saya mendorong mahasiswa yang memilih jurusan kewirausahaan minimal memiliki bisnis sendiri dalam bidang apa pun,” tegas Gania di hadapan para para mahasiswa Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut (Uniga) dalam Kuliah Umum di Atrium Ciplaz Garut.
Dia juga memberikan apresiasi kepada Uniga yang terus konsisten menghadirkan inovasi bagi mahasiswa.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten Garut yang saat ini sangat menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor kewirausahaan.
BACA JUGA:
Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan
Dekan Fakultas Kewirausahaan Uniga, Sukma Nugraha menjelaskan, kuliah umum ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai inovasi di lapangan.
Dia menekankan bahwa keberhasilan seorang wirausaha tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang.
“Kami ingin mahasiswa bisa melangkah di lapangan. Memahami bagaimana kewirausahaan itu berjalan melalui proses dan mental yang perlu dibentuk. Menjadi wirausaha bukan sekadar hasil akhir, tapi soal ketahanan mental,” ujar Sukma.
Kegiatan yang mengusung tema “Kebijakan Inovatif BUMN dan BUMD dalam Menciptakan Nilai Tambah Sosial dan Ekonomi serta Menumbuhkan Kewirausahaan Skala Besar (Mass Entrepreneurship) menjadi ajang kolaborasi strategis dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD serta praktisi dunia industri untuk memberikan wawasan mengenai kontribusi nyata sektor korporasi terhadap nilai tambah sosial dan ekonomi daerah.
(Y. A. Supianto)


