GARUT, FOKUSJabar.id: Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Sasakadana Kabupaten Garut menunjukkan taji finansialnya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.
Acara tersebut di gelar di Kantor KP-RI Sasakadana, Jalan Patriot, Selasa (27/1/2026), KPRI melaporkan realisasi pendapatan yang mencapai 116 persen dari target yang di rencanakan.
Ketua KP-RI Sasakadana Garut, Suhartono, memaparkan bahwa capaian gemilang ini di dorong oleh produktivitas jasa simpan pinjam yang melampaui ekspektasi. Dari target perputaran dana sebesar Rp7 miliar, koperasi berhasil memutar angka hingga Rp9 miliar.
Baca Juga: Pemkab Garut Ajak Mahasiswa tak Bergantung jadi ASN
“Tren kenaikan ini konsisten. Pada 2023 pendapatan naik 9,6 persen, tahun 2024 melonjak 114 persen, dan tahun 2025 ini mencapai 116 persen,” ungkap Suhartono.
Selain pendapatan, kekuatan modal koperasi juga tumbuh 11,9 persen di bandingkan tahun sebelumnya, dengan total aset kini menembus angka Rp12 miliar.
Di sisi lain, manajemen berhasil melakukan efisiensi dengan menjaga biaya operasional tetap di bawah pagu anggaran.
Apresiasi dan Tantangan Permodalan
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja pengurus. Namun, ia juga menyoroti tantangan klasik yang di hadapi, yakni keterbatasan modal untuk memenuhi seluruh permintaan pinjaman anggota.
“Sasakadana belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan pinjaman anggota karena keterbatasan modal. Tadi ada rencana untuk mencari sumber dana dari luar anggota, kami harap itu bisa terealisasi,” jelas Hendra.
Baca Juga: Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan
Dia juga mendorong Sasakadana untuk melakukan di versifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada satu unit bisnis. Menurutnya, inovasi unit usaha sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan 947 anggota yang saat ini terdaftar.
Pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi sumber daya manusia. Setelah lonjakan signifikan pada 2023, jumlah anggota kembali tumbuh stabil sebesar 5% pada tahun buku 2025.
“Roda usaha ini terus berputar berkat peran aktif anggota dalam membayar simpanan pokok maupun melakukan transaksi simpan pinjam,” pungkasnya.
(Y.A. Supianto)


