spot_img
Selasa 27 Januari 2026
spot_img

30 Usulan Prioritas Muncul dari Musrenbang Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Forum perencanaan pembangunan tersebut menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayahnya.

Musrenbang yang berlangsung di Aula Kelurahan Kahuripan itu dibuka langsung oleh Camat Tawang, Boedi Santoso, Selasa (27/1/2026). Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi dan Dayat Mustafa, para ketua RW, Karang Taruna, LPM, serta perwakilan masyarakat.

Baca Juga: Hadiri APCAT Summit, Wali Kota Tasikmalaya Paparkan Strategi Kota Sehat

Dalam sambutannya, Boedi Santoso menegaskan bahwa Musrenbang RKPD harus disusun selaras dengan arah kebijakan, sasaran, serta prioritas pembangunan daerah. Ia menekankan, seluruh usulan yang masuk diharapkan dapat mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Viman Alfarizi–Dicky Candra Negara.

“Musrenbang ini harus menyesuaikan tema pembangunan tahun 2027, yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujar Boedi.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga dalam forum tersebut. Menurutnya, semangat musyawarah masih sangat terasa, meski tidak seluruh usulan dapat langsung terealisasi karena keterbatasan anggaran dan pertimbangan skala prioritas.

“Antusiasme warga luar biasa. Banyak aspirasi yang tersampaikan, namun tentu tidak semuanya bisa terlaksana sekaligus karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Pembangunan Infrastruktur, Penguatan Ekonomi, Serta Program Pemberdayaan Masyarakat

Dari hasil Musrenbang, tercatat 30 usulan prioritas pembangunan yang akan menjadi perhatian utama Pemerintah Kelurahan Kahuripan untuk direalisasikan pada tahun 2027. Usulan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, serta program pemberdayaan masyarakat.

Boedi Santoso mengakui, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya melalui alokasi pokok pikiran (Pokir).

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi menegaskan bahwa persoalan anggaran memang menjadi faktor krusial dalam percepatan pembangunan. Ia mendorong pihak kelurahan untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan DPRD.

Kepler juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Kahuripan saat curah hujan tinggi. Menurutnya, peningkatan infrastruktur drainase harus menjadi prioritas penanganan.

“Kelurahan Kahuripan sejak dulu menjadi salah satu wilayah rawan banjir. Ini perlu penanganan serius melalui pembangunan infrastruktur yang memadai,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah kelurahan dan DPRD, berbagai usulan hasil Musrenbang dapat terealisasi secara bertahap demi memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru