BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejumlah bantuan tanggap darurat dikerahkan, dengan fokus utama pada evakuasi korban serta penyelenggaraan dapur umum bagi warga terdampak.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk solidaritas antardaerah dalam menghadapi situasi darurat. Seluruh bantuan yang disalurkan bersifat darurat dan disesuaikan dengan sumber daya yang telah tersedia di Kota Bandung.
Baca Juga: Tanpa Insinerator, Bandung Andalkan Gaslah untuk Pangkas 40 Ton Sampah per Hari
“Bantuan ke Bandung Barat ini murni tanggap bencana. Fokusnya pengerahan personel dan pemanfaatan bantuan yang memang sudah siap,” ujar Farhan di Alun-Alun Ujungberung, Senin (26/1/2026).
Sebagai bagian dari upaya evakuasi, Pemkot Bandung mengerahkan personel Dinas Kebakaran dan Penyelamatan ke lokasi terdampak. Hingga kini, dua unit pemadam kebakaran masih siaga untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban, terutama di kawasan berlumpur yang sulit terjangkau alat berat.
Farhan menjelaskan, kondisi medan di lokasi bencana membuat penggunaan alat berat seperti ekskavator tidak selalu memungkinkan. Oleh sebab itu, melakukan penyemprotan air untuk melunakkan lumpur agar proses evakuasi secara manual bisa berlangsung dengan aman.
“Kami menurunkan dua satuan pemadam, khususnya untuk menyemprotkan air di area berlumpur karena pengangkatan korban tidak bisa menggunakan beko,” jelasnya.
Dapur Umum Untuk Warga Terdampak
Selain mendukung evakuasi, Pemkot Bandung juga terlibat dalam penyediaan dapur umum bagi warga terdampak. Operasional dapur umum ini melalui koordinasi lintas instansi, dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bertindak sebagai koordinator utama.
“Untuk dapur umum, kami bekerja bersama banyak pihak. Koordinator tetap Kabupaten Bandung Barat, sedangkan kami mendukung bersama TNI dan kepolisian,” ungkap Farhan.
Dari sisi anggaran, penyaluran bantuan dari Pemkot Bandung dalam perkiraan mencapai sekitar Rp3 miliar. Dana tersebut untuk pengerahan personel, operasional lapangan, serta distribusi bantuan logistik yang tersedia di gudang pemerintah.
Farhan menegaskan, bantuan kepada Kabupaten Bandung Barat merupakan wujud komitmen Pemkot Bandung dalam memperkuat kerja sama regional, khususnya dalam penanganan bencana.
“Bencana tidak mengenal batas administrasi. Karena itu, penanganannya harus bersama dan saling mendukung antarwilayah,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


