spot_img
Senin 26 Januari 2026
spot_img

Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut resmi meluncurkan pedoman peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 tahun 2026. Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.14.1.1/359/PKP yang ditetapkan pada 26 Januari 2026 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

Melalui edaran ini, Pemkab Garut mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga warga desa untuk bersama-sama menyemarakkan peringatan hari jadi sebagai momentum refleksi dan kebangkitan daerah.

Baca Juga: Ormas GAS Tuding Ada Mafia Tanah Berkedok “Koperasi Siluman”

Tema Sarat Filosofi

Pada peringatan tahun ini, HJG mengusung tema “Garut Gumiwang, Tanjeur Dangiang”. Tema tersebut merepresentasikan harapan agar Garut terus bersinar, tangguh, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi serta capaian daerah demi menguatkan kembali wibawa dan daya saing Garut di tingkat regional maupun nasional.

Seiring dengan tema tersebut, logo resmi HJG ke-213 juga telah diperkenalkan. Identitas visual ini memuat unsur sejarah, jati diri Garut, kekuatan ekonomi kerakyatan, serta peran strategis pendidikan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Pengunduran Jadwal Upacara

Terdapat penyesuaian dalam agenda utama peringatan. Upacara Hari Jadi dan Rapat Paripurna Istimewa DPRD yang semula dalam jadwal pada 16 Februari 2026, mundur menjadi Rabu, 18 Februari 2026. Perubahan ini terjadi karena tanggal 16 Februari bertepatan dengan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577.

Tradisi, Religi, dan Sejarah Jadi Ruh Perayaan

Selain agenda puncak, Pemkab Garut juga menyiapkan rangkaian kegiatan bernuansa tradisi, religi, dan sejarah sebagai bagian dari napak tilas perjalanan daerah. Beberapa kegiatan tersebut antara lain:

  • Ngarawat Sumur Cigarut, Kamis (12/2/2026) di Kompleks SMPN 1 Garut.
  • Mengenang Titik Nol Garut, Kamis (12/2/2026) di Jalan Kiansantang.
  • Ziarah Makam Tokoh, termasuk makam Bupati Garut pertama RAA Adiwijaya dan para pendahulu, Kamis (12/2/2026).
  • Doa Bersama, di Masjid Agung Kabupaten Garut, Kamis (12/2/2026).

Sementara itu, puncak perayaan pada 18 Februari 2026 di Lapang Otto Iskandardinata, Alun-alun, akan ramai dengan pagelaran seni budaya, mini pelayanan publik, gelar pangan murah, pameran produk UMKM, hingga pameran sejarah.

Imbauan Partisipasi Kolektif

Abdusy Syakur turut mengimbau seluruh instansi pemerintah, swasta, hingga pemerintah desa untuk berpartisipasi aktif dalam menyosialisasikan tema dan logo HJG ke-213. Beberapa poin antara lain:

  • Pemasangan spanduk, baliho, dan umbul-umbul bernuansa biru dan kuning selama 1–28 Februari 2026.
  • Pemasangan janur kuning di depan kantor pada 16–18 Februari 2026.
  • Penggunaan pakaian adat Sunda pada hari puncak peringatan, 18 Februari 2026, bagi ASN, pegawai swasta, hingga pelajar.

Perayaan Hari Jadi ke-213 harapannya menjadi ruang kebersamaan dan ungkapan rasa syukur seluruh warga, sekaligus momentum memperkuat nilai religius, budaya, dan manfaat nyata bagi masyarakat.


(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru