spot_img
Minggu 25 Januari 2026
spot_img

Sedih Jenderal! Hasil Tangkapan Nelayan Jaring Arad Pangandaran Minim Akibat Cuaca Buruk

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Panasnya terik matahari di Pantai Timur Pangandaran Jawa Barat (Jabar) tak menyurutkan semangat para nelayan saat mencari ikan.

Terpantau, belasan nelayan tampak berjibaku menarik jaring arad yang telah di pasang sejak pagi di tengah laut.

BACA JUGA:

Bupati Pangandaran Berduka, Konten Kreator Wisata Egi Prastian Tutup Usia

Mereka terlihat semangat demi mencari rezeki di tengah laut yang cuacanya tidak bersahabat.

Di tengah terpaan angin serta gelombang tinggi, para nelayan yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun itu terlihat semangat menarik jaring arad mengandalkan tenaga dan alat mesin seadanya.

Proses penarikan tidak mudah. Mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga akhirnya jaring tiba di daratan.

Keringat pun bercucuran. Harapannya satu, jaring arad di penuhi ikan setiap kali tarikan.

Namun sayangnya, takdir berkata lain. Kondisi cuaca yang tak bersahabat membuat hasil tangkapan kali ini jauh dari kata memuaskan.

Dari satu kali penarikan, para nelayan hanya mendapatkan sekitar lima kilogram ikan yang sudah bercampur dengan sampah laut.

Beragam jenis ikan memang masih didapat. Seperti ikan Teri, Pepetek dan layur dengan berbagai ukuran. Tetapi, jumlahnya tak sebanding dengan tenaga dan waktu yang sudah para nelayan keluarkan.

BACA JUGA:

Inilah Karya Dari Panglima TNI Bagi Masyarakat Cijulang Pangandaran

Seorang nelayan bernama Harum (47) mengatakan, hasil tangkapan saat ini menurun drastis akibat faktor cuaca buruk.

“Sekarang lagi sepi karena cuaca buruk. Biasanya sekali tarik bisa dapat 15-20 kilogram. Sekarang paling lima kilogram,” kata Harum di Pantai Timur Pangandaran, Minggu (25/1/2026).

Menurut Harum, cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap nelayan jaring arad. Berbeda dengan nelayan pemancing yang masih bisa melaut tanpa terlalu terdampak.

“Kalau yang mancing tidak terlalu berpengaruh. Yang kena itu kita. Tapi, ya mudah-mudahan cuaca bisa cepat normal lagi,” ucapnya.

Meski hasil tangkapan minim, ikan-ikan segar tersebut tetap dijual kepada wisatawan maupun warga lokal.

“Harga ikan Pepetek dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram. Kalau ikan Layur dibanderol Rp25-50 ribu per kilogram, tergantung ukuran,” kata Harum.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru