TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Perjalanan Koperasi Warga Puspasari di Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi bukti bahwa ekonomi kerakyatan yang dibangun dari kebersamaan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.
Koperasi ini berawal dari perkumpulan sederhana ibu-ibu yang tergabung dalam Wanita Republik Indonesia (Perwari) pada era 1970-an. Dari obrolan ringan di teras rumah, mereka merintis usaha kecil untuk menopang ekonomi keluarga.
Kepada FOKUSJabar.id, Ketua Koperasi Warga Puspasari, Encep Wardiman menuturkan, kegiatan awal berupa penjualan perabot dapur dan makanan ringan seperti sale. Modalnya berasal dari rereongan dan kebiasaan menabung.
“Pelan-pelan berkembang menjadi simpan pinjam antaranggota PKK, dengan modal awal sekitar Rp500 ribu,” ujar Encep, Minggu (25/1/2026).
BACA JUGA: DKUKMP Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Ciamis
Usaha tersebut terus tumbuh dan menjangkau masyarakat desa secara lebih luas. Pada 2006, aset yang dikelola mencapai Rp300 juta dan resmi berbadan hukum sebagai koperasi dengan Nomor 512/12/BH/KOPERINDAG tertanggal 5 Oktober 2006.
Encep mulai dipercaya mengelola koperasi sejak 2009 dan menjabat Ketua Koperasi Warga Puspasari sejak 2011 hingga sekarang.
Di bawah kepengurusannya, koperasi mengembangkan sembilan unit usaha, di antaranya simpan pinjam, permodalan ternak kambing dan sapi, permodalan pupuk, serta kredit barang elektronik bekerja sama dengan toko mitra.
Asset Koperasi milyaran mengemuka Dalam RAT
Hingga tutup buku Tahun 2025, total aset koperasi tercatat mencapai sekitar Rp4 miliar dengan jumlah anggota sebanyak 693 orang.
“Alhamdulillah, koperasi tetap bertahan meski sempat diterpa berbagai tantangan, termasuk saat pandemi Covid-19. Kami berusaha tetap hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus, Koperasi Warga Puspasari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada 24 Januari 2026.
RAT dihadiri Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kabupaten Tasikmalaya, unsur Muspika, kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan anggota koperasi.
Ke depan, Koperasi Warga Puspasari berencana memperluas usaha dan membuka peluang kolaborasi dengan KDMP, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai koperasi sebagai warisan ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin koperasi ini terus tumbuh dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Setiawaras dan Kecamatan Cibalong,” pungkas Encep.
BACA JUGA: Bangunan Kios Milik Pemkab Pangandaran Tak Diminati Pedagang Pantai Karapyak
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinkopukmperindag Kabupaten Tasikmalaya, Indra Asmara mengapresiasi pelaksanaan RAT yang tepat waktu dan tata kelola koperasi yang dinilai transparan serta akuntabel.
“RAT tepat waktu menunjukkan pengelolaan koperasi yang baik. Aset terus meningkat, ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan agar kinerja terus dipertahankan,” ujarnya.
(Farhan)


