TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menapaki usia ke-11 dengan penuh kesederhanaan namun sarat makna. Momentum milad ini menjadi penegasan komitmen UMTAS untuk terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi unggul yang mengintegrasikan keilmuan, inovasi, dan nilai-nilai keislaman.
Peringatan hari jadi tersebut ditandai dengan Sidang Senat Terbuka yang digelar di Graha UMTAS, Jalan Tamansari Gobras, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian orasi ilmiah serta pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi.
Baca Juga: Seni Tradisi sebagai Jalan Pemulihan Mental, Yayasan Asta Mekar Luncurkan Laras Jiwa
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh, Rektor UMTAS Dr. Neni Nuraeni, Anggota DPR RI Ferdiansyah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat Prof. Yadi Janwari, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta mahasiswa.
Sejak resmi bertransformasi menjadi universitas pada 2014, UMTAS terus mencatatkan kemajuan signifikan. Kemudian memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Jawa Barat.
Rektor UMTAS Dr. Neni Nuraeni menyampaikan bahwa lebih dari satu dekade perjalanan UMTAS tidak terlepas dari tantangan dan dinamika. Namun, berkat kerja kolektif dan sinergi seluruh sivitas akademika serta dukungan berbagai pihak, UMTAS mampu bertahan dan terus melangkah maju.
“Keberhasilan UMTAS hingga hari ini merupakan hasil kerja keras bersama. Fondasi yang kami bangun akan terus diperkuat demi kemajuan UMTAS hari ini, esok, dan masa depan,” ujarnya.
Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Ia menambahkan, meningkatnya kepercayaan masyarakat tercermin dari tingginya minat calon mahasiswa yang memilih UMTAS sebagai tempat menimba ilmu. Kondisi tersebut mendorong universitas untuk terus berinovasi, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya dosen maupun pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
Pada Milad ke-11 ini, UMTAS juga meluncurkan dua program studi baru, yakni Program Studi S2 Pedagogi dan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Pembukaan prodi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat daya saing lulusan.
“Kehadiran dua prodi ini menjadi wujud nyata komitmen UMTAS dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Kemudian adaptif terhadap kebutuhan zaman,” tegas Neni.
Tak hanya itu, UMTAS juga menatap masa depan dengan optimisme. Rektor mengungkapkan, pengembangan fakultas kedokteran menjadi salah satu agenda jangka panjang sebagai kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat Prof. Yadi Janwari menekankan pentingnya arah dan tujuan yang jelas bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Menurutnya, karakter insan Muhammadiyah terletak pada keunggulan intelektual, etos kerja keras, serta integritas yang berpijak pada nilai-nilai keislaman. Memasuki usia ke-11, UMTAS dinilai telah memasuki fase transisi menuju kedewasaan institusi.
“UMTAS tidak cukup hanya dikenal, tetapi harus hidup bernilai dan menghadirkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkap Yadi.
Ia pun mendorong UMTAS untuk terus meningkatkan kualitas dosen, profesionalitas akademik, serta penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 3.000 orang saat ini, UMTAS ditargetkan mampu menampung hingga 5.000 mahasiswa pada 2027. Seiring penambahan program studi dari 15 menjadi minimal 20 prodi.
“Di fase ini, UMTAS harus menunjukkan jati dirinya sebagai perguruan tinggi unggul. Kemudian menjadi motor inovasi yang berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
(Seda)


