spot_img
Sabtu 24 Januari 2026
spot_img

Cuaca Ekstrem Terjang Pangatikan Garut, 1 Rumah di Sukamulya Roboh

GARUT, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi (cuaca ekstrem) yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) memicu terjadinya bencana rumah roboh di Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa tersebut tepatnya di Dusun 2, Kampung Sukagalih RT02/03 desa Sukamulya.

BACA JUGA:

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun bangunan rumah beserta harta benda milik warga mengalami kerusakan cukup parah.

Camat Pangatikan, Ahmad Ramdani mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kejadian ini murni dipicu oleh cuaca ekstrem. Akibatnya, satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat pada struktur bangunan,” kata Ahmad Ramdani, Sabtu (24/1/2026).

Camat menuturkan, sejak pagi jajaran Forkopimcam Pangatikan bersama perangkat desa, pengurus RT/RW dan warga setempat telah bergotong-royong di lokasi kejadian.

Fokus utama saat ini adalah pembersihan material reruntuhan atap dan puing-puing pohon yang menimpa bangunan.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut serta pihak terkait lainnya untuk langkah tindak lanjut. Saat ini, prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan membantu proses pembersihan di lokasi,” kata Ahmad.

BACA JUGA:

Longsor di Padamukti Garut, Kerusakan Infrastruktur Capai Rp10 Juta

Selain kerugian materil, pihak kecamatan mencatat adanya kebutuhan mendesak bagi korban dan tim di lapangan. Di antaranya peralatan kebersihan dan bantuan logistik untuk menunjang proses pemulihan darurat.

Camat Pangatikan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di zona rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada pengurus RT atau RW jika melihat adanya tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

(Y.A.Supianto)

spot_img

Berita Terbaru