spot_img
Sabtu 24 Januari 2026
spot_img

Bangunan Kios Milik Pemkab Pangandaran Tak Diminati Pedagang Pantai Karapyak

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bangunan kios kokoh milik pemerintah Kabupaten Pangandaran yang berdiri di sepadan Pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang di nilai kurang pas dalam memposisikan struktur bangunan.

Akibatnya, bangunan dengan 12 kios tersebut tidak di minati oleh para pelaku usaha di pantai karapyak.

Pantauan FOKUSJabar.id, terlihat suasana di lokasi bangunan kios milik Pemkab Pangandaran nampak sunyi. Roling dor kios tertutup rapat dan terkunci.

Baca Juga: Angin Kencang Robohkan Rumah Nek Dinem Warga Ciganjeng Pangandaran

Ketua Pedagang Pantai Karapyak, Yanto mengatakan, posisi bangunan yang membelakangi Pantai Karapyak di nilai kesalahan yang sangat fatal.

Menurut Yanto, Kesalahan ini yang membuat para pelaku usaha tak berminat membuka usahanya di lapak tersebut. Padahal sebelumnya kios tersebut sudah di bagikan kepada anggotanya.

“Kalau bangunan ini posisinya menghadap ke Pantai otomatis yang jualan banyak yang laku. Kalau ini kan yang laku nya kios di ujung jalan dan di dekat Pantai saja,” ungkap Yanto, Sabtu (24/1/2026).

Saat ini, kondisi bangunan kios hanya di isi oleh beberapa pedagang saja. Ia menyayangkan bangunan megah yang di bangun oleh pemerintah itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Yanto menyarankan, jika bangunan tidak berjalan secara optimal, ia meminta agar di alihfungsikan.

“Kalau di bongkar enggak mungkin. Ini kan sudah kokoh permanen. Mending di alihfungsikan,” kata Yanto.

Tidak Terlihat Estetika

Keberadaan bangunan kios tersebut sekaligus memunculkan sejumlah kios baru semi permanen kian menjamur di objek wisata Pantai Karapyak. Kondisi ini membuat keindahan destinasi yang di kenal wisata sejuta karang tidak terlihat estetika.

Baca Juga: Inilah Karya Dari Panglima TNI Bagi Masyarakat Cijulang Pangandaran

Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi mengatakan, pihaknya menemukan sedikitnya 8 bangunan kios baru di bagian selatan jalan wisata serta 31 kios yang menumpang di tanah warga.

Menurut Bangi, kemunculan bangunan baru bermula dari adanya 5 pedagang yang menempati kios milik Pemerintah Pangandaran. keberadaannya memunculkan polemik pedagang.

“Keberadaan kios tersebut memicu konflik dengan pedagang lainnya yang merasa tidak adil jika ada kios di sebelah selatan jalan,” ujar Bangi saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru