TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Nilai gotong royong yang selama ini menjadi napas kehidupan masyarakat Tasikmalaya dinilai mulai tergerus oleh dinamika zaman. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin, mendorong penerapan program padat karya sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali kepedulian sosial warga sekaligus memperbaiki infrastruktur lingkungan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Ciherang, ketika warga menyuarakan kebutuhan akan program yang tidak hanya menyentuh persoalan fisik lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
Baca Juga: Agus Rudianto Kembali Pimpin Dekopinda Tasikmalaya Periode 2026–2030
Irigasi Jadi Prioritas Warga
Nurul Awalin menyoroti kondisi saluran air dan infrastruktur dasar di wilayah Ciherang dan Kecamatan Cibeureum yang memerlukan penanganan segera. Pendangkalan selokan dan irigasi dinilai menjadi salah satu pemicu genangan air, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Banyak saluran air yang perlu dikeruk agar fungsinya kembali optimal. Program padat karya ini sangat tepat diterapkan untuk menjawab persoalan tersebut,” kata Nurul Awalin saat berdialog dengan warga, Jumat sore (23/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat dalam perbaikan lingkungan akan menciptakan rasa memiliki yang lebih kuat terhadap fasilitas umum.
Menghidupkan Kembali Kerja Bakti
Berbeda dengan proyek konstruksi pada umumnya, program padat karya yang diusulkan Nurul Awalin mengedepankan nilai kebersamaan. Skema upah dalam program ini tidak disamakan dengan tenaga profesional, melainkan sebagai pemantik partisipasi warga.
“Ini bukan soal besar kecilnya bayaran. Padat karya sifatnya stimulan agar warga tidak merasa berat ketika diajak kerja bakti. Anggarannya bisa setengah dari upah tukang, atau dialihkan untuk konsumsi bersama, tergantung kesepakatan warga,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, pemerintah hadir sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan lingkungannya sendiri.
Respons Positif dari Pemkot
Usulan padat karya ini mendapat respons positif dari jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya. Nurul Awalin mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, dan program tersebut berpeluang direalisasikan.
“Alhamdulillah, Pak Sekda menyampaikan bahwa program ini memungkinkan untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Jika terealisasi, pengelolaan anggaran direncanakan akan dititipkan melalui kelurahan agar pelaksanaan di lapangan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Bangun Lingkungan, Bangun Kebersamaan
Melalui program padat karya, Nurul Awalin berharap wajah Tasikmalaya sebagai kota yang guyub dan rukun dapat kembali menguat. Infrastruktur yang terawat tidak hanya menjadi hasil pembangunan pemerintah, tetapi lahir dari partisipasi aktif masyarakat.
“Mudah-mudahan anggaran program padat karya ini benar-benar bisa terealisasi, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh warga,” pungkasnya.
(Abdul)


