GARUT,FOKUSJabar.id: Institut Kesehatan Karsa Husada Garut memasuki fase baru setelah Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meresmikan Gedung Kampus 3 yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (23/1/2026). Peresmian ini sekaligus menandai transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut kesehatan.
Prosesi peresmian berlangsung khidmat dan dirangkaikan dengan sejumlah agenda strategis, mulai dari peringatan Milad ke-22 yayasan, pelantikan rektor pertama Institut Karsa Husada Garut, hingga peresmian Klinik Karsa Husada sebagai fasilitas pendukung layanan kesehatan dan pendidikan.
Baca Juga: Makna Mendalam di Balik Logo Hari Jadi Garut ke-213
Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai perubahan status menjadi institut merupakan lompatan besar dalam dunia pendidikan tinggi kesehatan di daerah. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kesiapan akademik, kelembagaan, serta komitmen jangka panjang dari pengelola.
“Ini pencapaian yang luar biasa. Tidak mudah memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi institut. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen penyelenggara dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Syakur.
Ia menambahkan, selama lebih dari dua dekade, Karsa Husada telah berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Garut. Kontribusi melalui pencetakan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing.
Dorong Peningkatan Kompetensi dan Layanan Kesehatan
Selain peresmian gedung kampus, Bupati juga menyambut positif dibukanya Program Studi Gizi serta diresmikannya Klinik Karsa Husada. Kedua fasilitas tersebut relevan dengan kebutuhan daerah, baik dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia maupun perluasan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Rektor Institut Karsa Husada Garut yang baru, Iwan Wahyudi, menegaskan transformasi kelembagaan ini merupakan wujud pengabdian institusi terhadap masyarakat Garut. Ia menyebutkan, gedung Kampus 3 akan dioptimalkan sebagai sarana praktik mahasiswa guna menjamin kualitas lulusan.
“Kami menghadirkan institut kesehatan, Program Studi Gizi, serta klinik sebagai bentuk kontribusi langsung kepada masyarakat. Gedung baru ini juga akan menjadi lahan praktik mahasiswa agar mereka mendapatkan pengalaman dan fasilitas terbaik,” jelas Iwan.
Jawab Tantangan Masalah Gizi Daerah
Iwan mengungkapkan, pembukaan Program Studi Gizi berlatarbelakang dari tantangan kesehatan yang masih daerah hadapi. Khususnya persoalan gizi yang berdampak pada angka kematian ibu dan bayi.
“Melalui Prodi Gizi, kami berharap masyarakat semakin teredukasi mengenai pentingnya nutrisi. Mudah-mudahan ini dapat mendukung program pemerintah dalam upaya perbaikan gizi dan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut,” pungkasnya.
(Y.A. Supianto)


