GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut, Nudin Yana yang juga Ketua Panitia Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 mengatakan, Pemda siap merayakannya dengan semangat baru.
Menurut Sekda Garut, tema yang diusung “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” dirancang bukan sekadar seremoni. Namun refleksi sejarah sekaligus proyeksi masa depan yang bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat, budaya dan pendidikan.
BACA JUGA:
Makna Mendalam di Balik Logo Hari Jadi Garut ke-213
Nurdin menjelaskan, pemilihan tema tersebut mewakili jati diri kabupaten sekaligus menjadi pondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang fokus pada ziarah di Cipeujeuh, pihak panitia tahun 2026 menambah rangkaian kegiatan yang lebih mendalam.
Di antaranya, ngarawat Sumur Cigarut di komplek SMPN 1 Garut, mengenang titik nol pusat pemerintahan di Jalan Kiansantang, ziarah perluasan ke Makam Hoof Penghoeloe Garoet selain ke Makam Bupati Pertama RAA Adiwijaya dan doa bersama di Masjid Agung.
“Kami ingin perayaan ini menjadi daya tarik bagi masyarakat, memberikan nilai manfaat nyata dan melibatkan peran serta publik secara aktif,” kata Sekda Garut.
Terkait pelaksanaan upacara pokok, Nurdin Yana menjelaskan ada pergeseran waktu ke tanggal 18 Februari 2026. Karena tanggal resmi HJG (16 Februari) bertepatan dengan libur dan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577.
BACA JUGA:
Garut Masuk Enam Besar Kabupaten Kreatif Nasional
“Sesuai Perda Nomor 30 Tahun 2011, jika tanggal 16 jatuh pada hari libur, maka upacara dan rapat paripurna di laksanakan mendahului atau setelahnya dengan ketentuan tidak lebih dari 2 x 24 jam,” jelasnya.
Pada hari puncak tersebut, selain upacara akan di gelar pula pameran sejarah, pergelaran seni budaya, mini pelayanan publik serta gelar pangan murah dan produk UKM.
Pesan untuk Investor dan Ekonomi Kreatif
Melalui identitas visual logo yang penuh warna, Pemkab Garut mengirimkan pesan kuat kepada wisatawan dan investor mengenai potensi luar biasa di sektor pertanian dan pariwisata.
Nurdin menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah yang ramah investasi.
Selain itu, keterlibatan komunitas budaya dan pelaku ekonomi kreatif. Khususnya seniman sudah di mulai sejak tahap penyusunan tema dan logo hingga pelaksanaan acara nanti.
Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merayakan HJG ke-213 dengan rasa syukur dan kebersamaan.
BACA JUGA:
Bupati Garut Usung Tema Pemerataan Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas pada RKPD 2027
Sekda Garut berharap, momentum tersebut memperkuat kesalehan sosial.
“Mari kita bantu warga yang masih membutuhkan agar memiliki kemampuan menjamin penghidupan yang lebih baik. Jadikan ini semangat kemandirian dan kegotongroyongan kita bersama,” pungkasnya.
(Y.A. Supianto)


