PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Nasib sial menimpa petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Tanaman jagung yang tinggal menunggu masa panen justru porak-poranda setelah di serang kawanan babi hutan yang keluar dari hutan pada malam hari.
Lahan jagung seluas sekitar 700 bata milik Purkon (33) rusak akibat serangan tersebut. Tongkol jagung tampak berserakan di permukaan tanah, sebagian tanaman tercabut dan tidak bisa di selamatkan.
Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Proyek Mandek di Era Ridwan Kamil
Purkon mengungkapkan, serangan babi hutan terjadi sejak tiga hari terakhir. Meski sudah berupaya melakukan antisipasi, lokasi lahan yang jauh dari permukiman membuat pengawasan sulit di lakukan. Terutama pada malam hari.
“Kami sudah coba antisipasi, tapi babi hutan datangnya malam hari. Lahan ini jauh dari rumah, jadi sulit untuk di kontrol,” kata Purkon, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, serangan terjadi di empat titik berbeda dari lahan yang di kelolanya. Padahal, usia tanaman jagung sudah lebih dari dua bulan dan di perkirakan siap dipanen dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
“Jagung sudah hampir panen, tinggal sebulan lagi. Tapi kami malah kena musibah diserang babi hutan yang sering datang malam hari,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Purkon memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Kerugian itu cukup berat, terutama bagi petani muda yang baru merintis usaha pertanian secara mandiri.
Ke depan, ia bersama petani muda lainnya berencana berdiskusi dan meminta masukan dari petani senior untuk mencari solusi terbaik dalam mencegah serangan hama liar tersebut.
“Mudah-mudahan ada solusi supaya kawanan babi hutan tidak terus merusak tanaman kami,” pungkasnya.
(Sajidin)


