JAKARTA,FOKUSJabar.id: bank bjb terus menggenjot perluasan pembiayaan ke sektor produktif dengan menyasar langsung pusat-pusat ekonomi rakyat. Salah satu fokus utama yang digarap adalah pasar tradisional, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pasar tradisional menjadi ruang penting bagi bank bjb karena tingginya perputaran transaksi harian serta kebutuhan layanan keuangan yang bersifat berkelanjutan. Di lokasi inilah ribuan pelaku usaha menggantungkan roda ekonominya, sekaligus membutuhkan akses pembiayaan yang mudah dan relevan.
Baca Juga: Sinergi Pembiayaan dan Pemberdayaan, bank bjb Perkuat Ekosistem Perumahan Jawa Barat
Melalui pendekatan jemput bola, bank bjb hadir langsung di tengah aktivitas pedagang untuk memahami karakter usaha, pola transaksi, hingga kebutuhan pembiayaan secara lebih mendalam. Pendekatan personal ini diyakini mampu membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program bjb Sambang Pasar, sebuah inisiatif yang dirancang sebagai sarana edukasi, promosi produk perbankan, serta penguatan hubungan antara bank bjb dan pelaku UMKM pasar tradisional.
Kali ini, kegiatan bjb Sambang Pasar dilaksanakan oleh Kantor Wilayah 2 bank bjb di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026). Sejak pagi hingga siang hari, tim bank bjb menyambangi langsung lapak-lapak pedagang di salah satu pasar tradisional dengan potensi ekonomi terbesar di wilayah Jakarta Selatan tersebut.
Pasar Kebayoran Lama tercatat memiliki 1.073 unit sarana dagang, yang terdiri dari kios, counter, dan los. Dari jumlah tersebut, sebanyak 695 unit aktif digunakan, mencerminkan besarnya peluang pengembangan transaksi perbankan dan penyaluran pembiayaan produktif.
Dekat dengan Pedagang, Perkuat Kepercayaan
Melalui bjb Sambang Pasar, bank bjb tidak hanya memperkenalkan produk dan layanan, tetapi juga membangun kedekatan langsung dengan pedagang. Kehadiran fisik di pasar menjadi simbol nyata komitmen bank bjb dalam mendukung sektor riil.
Beragam produk unggulan diperkenalkan kepada pedagang, mulai dari pembiayaan usaha dan layanan transaksi perbankan. Hngga fasilitas perbankan digital yang dapat membantu kelancaran aktivitas usaha sehari-hari.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong akuisisi nasabah baru dari kalangan pedagang pasar dan pelaku UMKM. Interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan perbankan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsing melalui kunjungan langsung ke lapak pedagang. Sehingga tercipta dialog dua arah yang memudahkan penyampaian informasi dan pemahaman produk. Bank bjb juga menyiapkan booth layanan sebagai pusat informasi bagi pedagang dan pengunjung pasar yang ingin memperoleh penjelasan lebih rinci.
Kegiatan ini turut dilengkapi dengan pembagian materi informasi (flyering) mengenai produk dan layanan bank bjb yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha kecil dan menengah. Selain itu, tersedia layanan konsultasi perbankan terbatas agar pedagang tetap dapat berkonsultasi tanpa meninggalkan aktivitas berdagang.
Dorong Literasi Keuangan dan Transaksi Non-Tunai
Melalui program sambang pasar, bank bjb berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi pedagang tradisional. Khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan secara optimal.
Kehadiran bank bjb di pasar juga menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi non-tuna. Serta pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertib dan terencana, sejalan dengan transformasi layanan perbankan yang semakin inklusif.
Program bjb Sambang Pasar merupakan bagian dari strategi bank bjb dalam memperluas basis nasabah dan pembiayaan sektor produktif. Pendekatan langsung ke sentra ekonomi rakyat dinilai efektif dalam mendukung pencapaian target bisnis cabang dan wilayah.
Ke depan, bank bjb berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan bjb Sambang Pasar di berbagai daerah. Sebagai upaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis UMKM dan penggerak ekonomi daerah.


