spot_img
Kamis 22 Januari 2026
spot_img

Pengukuhan PWRI Garut Diwarnai Sorotan Serius soal Kemiskinan

GARUT,FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengungkap potret serius kondisi kesejahteraan masyarakat yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang di paparkannya, sekitar 317 ribu warga Garut masih berada dalam kategori miskin ekstrem (desil 1). Sementara 1,8 juta jiwa atau sekitar 63 persen penduduk masuk kelompok desil 1 hingga 5 yang di nilai layak menerima bantuan sosial.

Paparan tersebut di sampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut Masa Bakti 2026–2031 di Ruang Pamengkang, Kamis (22/1/2026).

“Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Kita harus bersama-sama mengubah paradigma dan stigma kemiskinan agar masyarakat bisa naik kelas,” tegas Syakur.

Ia menekankan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari faktor kependudukan, terutama jumlah anggota keluarga. Karena itu, edukasi perencanaan keluarga dinilai sangat penting sebagai langkah preventif untuk menekan angka kemiskinan di masa mendatang.

Baca Juga: Bupati Garut Usung Tema Pemerataan Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas pada RKPD 2027

Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Garut

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Garut. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Garut pada triwulan pertama sempat menembus angka 10 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian.

Melihat potensi tersebut, Syakur mendorong para purnabakti ASN yang tergabung dalam PWRI untuk tetap aktif dan produktif di lingkungan masing-masing, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Bapak dan Ibu punya pengalaman panjang. Itu bisa menjadi modal besar untuk berkontribusi, baik sebagai penggerak, penasihat, maupun narasumber di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak anggota PWRI untuk memanfaatkan lahan pekarangan serta terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung pada lingkungan sekitar.

Apresiasi untuk Semangat Purnabakti

Bupati Garut memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus PWRI yang tetap bersedia mengabdikan diri meski telah memasuki masa purna tugas. Menurutnya, dedikasi tersebut mencerminkan keteladanan dan semangat pengabdian yang patut dicontoh generasi birokrasi berikutnya.

“Kalau masih mau mengurus organisasi dan membantu orang lain, artinya sudah tuntas mengurus diri sendiri. Saya berharap Bapak dan Ibu tetap menjadi inspirasi bagi aparatur yang masih aktif,” ucapnya.

Ia berharap Ruang Pamengkang yang berusia lebih dari dua abad dapat menjadi saksi terjalinnya sinergi baru antara pemerintah daerah dan para senior bangsa dalam membangun Garut.

PWRI Siap Perkuat Sinergi Pembangunan

Sementara itu, Ketua PWRI Jawa Barat, Yuyun Muslihat, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Garut atas dukungan dan perhatiannya terhadap organisasi purnabakti ASN. Ia juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang dinilai cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.

“Kami berharap PWRI Garut dapat mendukung penuh program-program Pak Bupati, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, maupun kesehatan,” ujarnya.

Yuyun menekankan tiga fokus utama kepengurusan baru PWRI Garut. Yakni sinergi pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan anggota. Serta penguatan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mitra, perbankan, dan perguruan tinggi.

Menurutnya, dengan kepengurusan baru, harapannya PWRI tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya. Tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Garut secara luas.

(Y.A. Supianto

spot_img

Berita Terbaru