TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Curug Wedus, destinasi wisata alam di Desa Sepatnunggal, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, menjadi lokasi pengukuhan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sodonghilir periode 2026–2028, Kamis (22/1/2026).
Camat Sodonghilir, Asep Priyatin Saputra, memimpin langsung prosesi pengukuhan di kawasan wisata alam Tasikmalaya selatan tersebut.
Deru air terjun dan bentang alam hijau mengiringi kegiatan yang sarat pesan kemanusiaan. Pengukuhan ini tidak hanya menegaskan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga memperkuat promosi wisata lokal.
BACA JUGA: Akademisi Nilai APBD Kabupaten Tasikmalaya 2025 Tinggi Serapan, Minim Dampak
“Selamat kepada pengurus KSB yang baru dikukuhkan,” ujar Asep.
Ia menegaskan, KSB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan mitigasi dan penanggulangan bencana karena berasal dari unsur masyarakat.
Asep berharap pengurus KSB aktif bergerak, rutin melakukan sosialisasi, dan sigap merespons potensi bencana di wilayahnya.
“Walau bersifat sukarela, kekompakan menjadi kunci. Kehadiran KSB sangat membantu keselamatan masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta KSB menjaga koordinasi lintas tingkatan, mulai dari RT, RW, pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Dengan niat tulus dan kerja bersama, KSB bisa efektif membantu warga dan pemerintah,” tambahnya.
Hadir dalam pengukuhan tersebut, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Kasi Trantib Kecamatan Sodonghilir, Ketua APDESI Kecamatan, Kepala Desa Sepatnunggal, serta pengurus KSB dari 12 desa.
Curug Wedus Sodonghilir Layak Jadi Ikon Wisata
Asep menyebut pemilihan Curug Wedus sebagai lokasi kegiatan memiliki makna khusus. Selain indah, kawasan ini layak menjadi ikon wisata Sodonghilir.
“Ini bagian dari promosi wisata. Curug Wedus punya daya tarik besar,” ujarnya.
Ketua KSB Kecamatan Sodonghilir, Jajang Awaludin, menyatakan KSB dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
“KSB beranggotakan perwakilan 12 desa. Kami mengoordinasikan relawan dan mendukung penanganan bencana sebelum, saat, dan setelah kejadian,” jelasnya.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyambut positif pengukuhan tersebut.
Ia menilai KSB sebagai mitra strategis Tagana di lapangan, mengingat luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang mencakup 39 kecamatan.
“KSB menjadi tim reaksi cepat karena berada langsung di wilayah rawan. Kami terus memperkuat komunikasi dan pelatihan,” kata Jembar.
BACA JUGA: Musrenbang Mangkubumi Tasikmalaya Fokus Infrastruktur dan Digitalisasi UMKM
Ia berharap KSB Sodonghilir tumbuh menjadi tim tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Pengukuhan ini diharapkan melahirkan komunitas yang kuat dalam mitigasi bencana sekaligus mampu menjaga dan mempromosikan kekayaan alam Sodonghilir secara berkelanjutan.
(F Kamil)


