spot_img
Kamis 22 Januari 2026
spot_img

Dukung Program MBG, Pemkab Garut Berdayakan UMKM

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut Jawa Barat (Jabar) memulai langkah strategis dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut di tandai dengan “Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat sebagai Supplier Program MBG” yang di pusatkan di Pabrik PT Mandala 525, Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (21/1/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Yayasan Yasspira Indonesia Maju Launching SPPG di Cisewu Garut

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyatakan, keterlibatan pelaku usaha lokal merupakan kunci keberhasilan sekaligus upaya penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan menjadikan UMKM sebagai pemasok, manfaat program MBG tidak hanya di rasakan oleh penerima makanan. Namun juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Kita ingin memastikan, kebutuhan pangan untuk program MBG di pasok oleh masyarakat Garut. Ini adalah peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas,” kata Syakur.

Pimpinan MDL 525, Haris Kalicman menyambut baik kolaborasi tersebut.

Dia mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi koordinasi dan standar produksi agar produk yang di hasilkan UMKM memenuhi kriteria yang di tetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar sanitasi dan kandungan nutrisi dalam setiap paket makanan yang akan di distribusikan.

BACA JUGA:

BGN: Bulan Ramadhan MBG Tetap Disalurkan

“Kami pastikan semua supplier memenuhi standar kesehatan. Sehingga tujuan dari program MBG benar-benar tercapai. Yakni meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak kita,” kata Leli.

Dukungan teknis juga datang dari kalangan akademisi dan Koordinator Program Soybis Biscuit Kacang Kedelai.

Robi Andoyo dari Universitas Padjadjaran (Unpad) menjelaskan, pendampingan inovasi teknologi pangan sangat diperlukan agar produk lokal memiliki daya tahan dan kualitas yang bersaing.

Koordinator Program Soybis, Rizky Ananda menambahkan, salah satu fokus pemberdayaan mencakup pemanfaatan protein nabati seperti kedelai.

“Melalui Soybis, kita mengintegrasikan produk turunan kedelai yang kaya nutrisi ke dalam menu MBG. Di mana produksinya melibatkan kelompok masyarakat lokal secara langsung,” jelas Rizky.

Kegiatan kick off ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya ekosistem pangan yang mandiri di Kabupaten Garut. Di mana pemerintah, akademisi, sektor swasta dan masyarakat bersinergi menyukseskan program nasional demi generasi emas masa depan.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru