spot_img
Kamis 22 Januari 2026
spot_img

Bupati Garut: 940 Ribu Penerima MBG Adalah Pasar Besar Produk Lokal

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyatakan, visi besar untuk mengintegrasikan potensi ekonomi lokal dengan program MBG.

Dia mengungkapkan, di Kabupaten Garut terdapat sekitar 383 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melayani sekitar 940.000 penerima manfaat.

BACA JUGA:

Dukung Program MBG, Pemkab Garut Berdayakan UMKM

Menurutnya, jumlah tersebut adalah pasar yang luar biasa besar. Terutama bagi produk seperti Soybis (biskuit kedelai).

“Jika di kelola dengan baik, ini adalah peluang besar. Bayangkan kebutuhan biskuit setiap hari untuk hampir satu juta orang. Kita ingin bahan baku berasal dari MDL (Multi Daya Langgeng) dan proses produksinya di lakukan langsung oleh ibu-ibu rumah tangga di Garut,” ujar Abdusy Syakur.

Untuk mendukung kapasitas produksi masyarakat, Pemkab Garut telah menyiapkan skema permodalan melalui bank bjb dengan bunga yang sangat rendah dan tanpa agunan.

Tersedia pinjaman Rp10 juta dengan bunga hanya 3 persen per tahun serta pinjaman hingga Rp100 juta dengan bunga 6 persen.

“Seluruh pinjaman ini di berikan tanpa jaminan barang. Melainkan dengan jaminan moral melalui sistem kelompok atau tanggung renteng. Ini untuk memastikan adanya pengawasan kolektif antaranggota,” tegasnya.

Bupati Garut juga mendorong adanya inovasi pada produk Soybis agar tidak membosankan.

Dia menyarankan penggunaan bahan baku lokal Garut untuk variasi rasa. Seperti tepung pisang dari Cibalong atau Cilawu, kopi, cokelat hingga jagung.

Dalam hal ini, Pemkab menggandeng Unpad untuk pengembangan teknologi rasa.

Bahkan, Bupati Garut berencana bersurat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar produk-produk hasil UMKM Garut dapat menjadi penyuplai kebutuhan gizi dalam skala nasional.

BACA JUGA:

Yayasan Yasspira Indonesia Maju Launching SPPG di Cisewu Garut

Program ini akan di fokuskan pada daerah-daerah yang masuk dalam peta kantong kemiskinan. seperti Cibalong, Banjarwangi dan Pakenjeng.

Selain proses produksi, Bupati juga menyoroti potensi penanaman bahan baku seperti jagung dan kedelai di dataran rendah Cibalong untuk mendukung keberlanjutan industri ini.

Abdusy Syakur menegaskan, program ini adalah prototipe pembangunan Pentahelix yang nyata. Yakni melibatkan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, masyarakat dan media.

“Tujuannya jelas, kita ingin menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Jika UMKM maju, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Garut juga akan meningkat. Dan yang terpenting, kesejahteraan masyarakat terangkat,” ungkapnya.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru