CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menguatkan peran pemerintahan desa sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program strategis nasional, sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian daerah.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menegaskan, desa memiliki posisi krusial dalam memastikan berbagai program prioritas pemerintah pusat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Baca Juga: Ini Keajaiban Pohon Angsana Raksasa di Citapen Kolot Ciamis
“Program-program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang harus kita laksanakan secara bersama-sama dengan penuh tanggung jawab,” ujar Herdiat, Kamis (22/1/2026).
Ia menekankan, keberhasilan program nasional tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Namun butuh dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.
“Kita semua, dari kabupaten sampai desa, wajib mendukung dan menyukseskan program-program ini agar manfaatnya benar-benar di rasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Pertanian Jadi Kekuatan Utama Desa
Dalam arahannya, Herdiat juga mengajak seluruh pemerintah desa di Ciamis untuk memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur dan akses penunjang membuat sektor industri belum menjadi pilihan utama bagi para investor untuk masuk ke Ciamis.
“Kita harus realistis. Akses penunjang industri kita masih terbatas sehingga investor masih enggan masuk. Karena itu, sektor pertanian harus dijadikan kekuatan utama dalam pembangunan desa,” jelas Herdiat.
Ia menilai, pertanian bukan hanya identitas Ciamis, tetapi juga sektor yang paling potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jika pengelolaannya berjalan secara serius dan berkelanjutan.
MBG Jadi Peluang Besar Petani Lokal
Herdiat juga menyoroti keterkaitan erat antara Program Makan Bergizi Gratis dengan potensi pertanian lokal. Saat ini, baru sekitar 60 persen kebutuhan MBG yang dapat terpenuhi dari hasil pertanian Kabupaten Ciamis. Sementara 40 persen sisanya masih dipasok dari luar daerah.
“Kondisi ini harus menjadi motivasi bagi desa-desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Jika seluruh kebutuhan MBG bisa dipenuhi dari hasil pertanian lokal, maka perputaran ekonomi akan kembali kepada masyarakat Ciamis,” tegasnya.
Menurutnya, jika desa mampu memperkuat produksi pertanian, program MBG bukan hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
(Husen Maharaja)


