spot_img
Rabu 21 Januari 2026
spot_img

Wapres Gibran Kagum Inovasi AI Santri Cipasung, Hanya 4 Hari

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengaku bangga dengan kreativitas santri Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya. Para santri mampu menciptakan berbagai inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan robotik hanya dalam waktu empat hari.

Gibran menyampaikan apresiasi tersebut saat mengunjungi Pesantren Cipasung, Selasa (20/1/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong pesantren menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap teknologi.

Menurut Gibran, para santri menunjukkan pemahaman dasar AI dan robotik dengan sangat baik meski dalam waktu singkat. Salah satu inovasi yang paling menarik perhatiannya adalah alat bantu AI untuk tahsin Al-Qur’an. Teknologi ini mampu mendeteksi sekaligus mengoreksi pelafalan bacaan secara mandiri.

BACA JUGA: 

Santri Pesantren Cipasung Tasikmalaya Kuasai AI dan Robotik, Wapres Gibran Terpukau

“Walaupun baru dikerjakan empat hari, basic-nya sudah didapat. Anak-anak di sini mampu menciptakan AI bacaan Al-Qur’an yang bisa mendeteksi dan mengoreksi pelafalan. Ini luar biasa,” ujar Gibran.

Selain itu, santri Cipasung juga memamerkan berbagai karya lainnya. Di antaranya tong sampah robot otomatis, robot kendaraan peka cahaya, lampu jalan otomatis, serta sejumlah aplikasi AI pendukung pendidikan.

Gibran menilai inovasi AI tahsin Al-Qur’an sangat membantu santri meningkatkan kualitas bacaan di luar jam pelajaran. Teknologi tersebut juga meringankan tugas para guru. Ia menyebut adanya aplikasi AI yang memudahkan pendidik menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

“Baru empat hari, tapi karya santri ini sudah membanggakan. Saya titip kepada kepala daerah yang hadir untuk terus mengawal perkembangannya. Santri tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga harus menguasai teknologi,” tegasnya.

Gibran juga menyoroti inovasi AI buatan santri yang mampu mendeteksi lowongan kerja di Jepang. Menurutnya, inovasi ini relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melaksanakan pelatihan AI di sejumlah pesantren di Indonesia. Namun, Pesantren Cipasung menjadi yang pertama mengintegrasikan pelatihan robotik secara langsung.

“Di beberapa pesantren sudah ada AI. Di Cipasung ada tambahan robotik. Ini menunjukkan pesantren sangat adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Wapres Gibran Kawal Program Presiden Prabowo

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus meningkatkan investasi di bidang sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan sekolah rusak, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Unggulan, serta penerapan pelajaran coding dan AI dalam kurikulum.

“Kita tidak boleh tertinggal, termasuk santri. Sekarang sudah ada Direktorat Jenderal Pesantren, sehingga pesantren akan lebih diperhatikan,” tambahnya.

Gibran juga menyebut telah meminta Microsoft menambah kuota pelatihan AI bagi santri. Saat ini, kuota nasional baru sekitar 50 ribu santri per tahun. Jumlah tersebut masih jauh dari total santri di Indonesia yang mencapai jutaan. Pemerintah juga terus mengawal pengembangan robotik bersama Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI).

Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan santri, pengurus pesantren, dan jamaah menyambut kedatangan Wapres dengan antusias. Hadir pula Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi.

BACA JUGA: Kunjungan Perdana Wapres Gibran, Warga Tasikmalaya Titipkan Harapan Besar

Sementara itu, Ketua Panitia Penyambutan Wapres, Irma, menjelaskan bahwa pelatihan AI dan robotik melibatkan Microsoft, PRSI, dan NUcare Global. Seluruh aplikasi yang digunakan telah mengantongi lisensi resmi Microsoft.

“Dengan aplikasi berlisensi, santri lebih mudah belajar dan mengembangkan inovasi AI,” pungkas Irma.

(F Kamil)

spot_img

Berita Terbaru