spot_img
Rabu 21 Januari 2026
spot_img

Peringati Isra Miraj, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Spirit Kota Santri

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana religius menyelimuti Kota Tasikmalaya di bulan Rajab 1447 Hijriah. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai upaya memperkuat spiritualitas aparatur dan masyarakat, sekaligus meneguhkan identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri.

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Besar Cibeureum, Jalan KH. Khoer Affandi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Perempuan di Balik Dokter, HUT ke-71 IIDI Tasikmalaya Perkuat Peran Sosial dan Kesehatan

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, jajaran pimpinan OPD, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, anggota DPRD, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, unsur Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat, serta organisasi keagamaan se-Kota Tasikmalaya.

Peringatan Isra Miraj ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan spiritual Rasulullah SAW dalam menerima perintah sholat lima waktu, sekaligus pengingat pentingnya nilai-nilai keimanan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pada peringatan rajaban tingkat Kota Tasikmalaya tersebut, Pemkot menghadirkan KH. Asep Ishaq, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Anwar Nangela, Kecamatan Tamansari, sebagai penceramah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menekankan bahwa Isra Miraj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan mengandung pesan mendalam tentang kedisiplinan dan pembentukan karakter umat Islam.

“Isra Miraj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan kita arti penting sholat lima waktu sebagai fondasi keimanan, kedisiplinan, ketertiban, kesabaran, fokus, serta penjaga akhlak,” ujar Viman.

Menurutnya, sholat bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana membentuk pribadi yang bertakwa dan berintegritas dalam kehidupan sosial.

Perkuat Kota Santri Lewat Program Ohan Hafidz

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam memperkuat nilai religius melalui program One Hafidz One Kelurahan (Ohan Hafidz), yang menjadi salah satu program prioritas daerah.

“Kami terus memperkuat Tasikmalaya sebagai Kota Santri. Program Ohan Hafidz ini adalah ikhtiar nyata untuk menumbuhkan generasi Qurani di setiap kelurahan,” ungkapnya.

Viman menjelaskan, saat ini 61 peserta telah mengikuti program tersebut dan tersebar di 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya. Mereka akan menjadi angkatan pertama Ohan Hafidz.

“Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan lahir 300 hafidz dan hafidzah dari program ini. Ini adalah komitmen kami dalam membangun generasi berakhlakul karimah yang religius dan islami,” pungkasnya.


(Seda)

spot_img

Berita Terbaru