BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perhelatan Proliga menjadi kompetisi bola voli terakbar di tanah air yang menghadirkan pebola voli top tanah air maupun mancanegara. Tak hanya pemain asing, gelaran Proliga pun menghadirkan pelatih-pelatih asing yang mulai menyisihkan peran pelatih lokal.
Proliga merupakan kpompetisi bola voli profesional yang diselenggarakan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) sejak tahun 2002. Berbagai regulasi hingga format kompetisi mengalami perubahan-perubahan seiring dengan perkembangan bola voli di Tanah Air dan mancanegara.
“Untuk pemain asing, kita memang memberi kewajiban tim-tim peserta Proliga untuk menggunakannyadan di tahun ini (Proliga 2026) maksimal kuota pemain asing itu dua orang. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus para pemain-pemain lokal kita,” kata Wakil Direktur Proliga, Reginald Nelwan saat ditemui di Bandung, Rabu (21/1/2026).

Tak hanya pemain asing, tren menggunakan pelatih asing pun mulai merambah tim-tim peserta Proliga. Tren penggunaan peramu strategi asal mancanegara ini setidaknya mulai ramai digunakan tim peserta Proliga, baik putra maupun putri, pada edisi tahun 2024.
Kondisi ini pun kembali terjadi di gelaran Proliga edisi ke-24 pada tahun 2026. Dari total 12 tim peserta Proliga 2026, 5 di kelompok putra dan 7 di kelompok putri, hanya tiga tim yang tidak menggunakan jaga pelatih asing.
BACA JUGA: Bandung bjb Tandamata Siap Sapu Bersih 2 Laga Proliga 2026 Seri 3
Tiga tim yang tidak menggunakan pelatih asing pada perhelatan Proliga 2026 yakni Garuda Jaya dan Medan Falcons Tirta Bhagasasi di kelompok putra serta Bandung bjb Tandamata di kelompok putri. Tim Garuda Jaya dilatih Nur Widayanto, lalu Ariyanto Joko Sutrisno yang membesut Medan Falcons Tirta Bhagasasi, serta Risco Herlambang sebagai juru taktik Bandung bjb Tandamata.
Regi mengakui jika pelatih asing lebih banyak digunakan tim-tim peserta Proliga 2026. Kondisi ini tidak lain untuk meningkatkan performa tim pada kompetisi bola voli profesional di Indonesia.
“Jadi penggunaan pelatih asing ini lebih ditujukan untuk pencapaian prestasi tim. Tapi bukan berarti kualitas pelatih lokal kita itu tidak baik,” kata Regi.

Selain untuk mendongkrak prestasi tim di Proliga, lanjut Regi, kehadiran pelatih asing pun diharapkan bisa memberikan wawasan kepelatihan yang baru bagai pelatih lokal. Beberapa tim pun mengakui jika kolaborasi antara pelatih asing dan lokal dalam tim diharapkan memberikan ilmu-ilmu baru untuk meningkatkan prestasi dan pembinaan olahraga bola voli di Tanah Air.
“Kami memiliki keyakinan jika pelatih lokal pun cukup mumpuni sehingga mereka dikolaborasi untuk menangani tim Proliga ini. Kita berharap pelatih asing ini bisa transfer ilmu kepelatihan yang baru bagi pelatih lokal kita karena PBVSI sendiri memiliki target agar semakin banyak pemain Indonesia yang bisa bermain di mancanegara,” Regi menegaskan.
Berikut Daftar Pelatih Tim Peserta Proliga 2026
– Putra
Surabaya Samator: Rodolfo Luis Sanchez (Kuba)
Jakarta LavAni Livin Transmedia: David Lee (Amerika Serikat)
Jakarta Bhayangkara Presisi: Reidel Alfonso Gonzalez Toiran (Kuba)
Jakarta Garuda Jaya: Nur Widayanto
Medan Falcons Tirta Bhagasasi: Ariyanto Joko Sutrisno
– Putri
Jakarta Popsivo Polwan: Darko Dobreskov (Serbia)
Jakarta Electric PLN: Chamnan Dokmai (Thailand)
Jakarta Pertamina Enduro: Bulent Karslioglu (Turki)
Medan Falcons: Marcos Sugiyama (Brasil)
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia: Alessandro Lodi (Italia)
Jakarta Livin Mandiri: Danai Sriwacharamaytakul (Thailand)
Bandung BJB Tandamata: Risco Herlambang
(ageng)


