GARUT,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut mencatat capaian pengumpulan zakat, infak, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp12,3 miliar sepanjang tahun 2025.
Meski angka tersebut mengalami penurunan di bandingkan tahun sebelumnya, Baznas memastikan tata kelola dana umat tetap berjalan profesional, transparan, dan berintegritas.
Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, menegaskan bahwa lembaganya telah melalui berbagai tahapan audit dengan hasil memuaskan.
Audit syariah dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menghasilkan predikat Baik dengan Opini Bebas Temuan, sementara audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun 2024 berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Adapun audit keuangan tahun 2025 saat ini masih dalam proses.
Baca Juga: Yayasan Yasspira Indonesia Maju Launching SPPG di Cisewu Garut
“Ini bukti komitmen kami menjaga amanah umat. Akuntabilitas dan transparansi adalah prinsip utama dalam pengelolaan zakat di Baznas Garut,” ujar Abdullah saat acara puncak Milad ke-25 Baznas Kabupaten Garut di Kantor Baznas Garut, Jalan Pramuka, Rabu (21/1/2026).
Tantangan: Zakat Masih Banyak Disalurkan Langsung
Abdullah mengungkapkan, tantangan terbesar yang masih di hadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian muzakki untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
Banyak masyarakat yang memilih memberikan zakat secara langsung kepada individu atau lembaga non-formal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Baznas Garut berencana memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis dalam edukasi publik.
“Kami akan menggandeng MUI agar masyarakat semakin paham bahwa menyalurkan zakat melalui Baznas jauh lebih terarah, efektif, dan berdampak luas dalam pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ASN Pemkab Garut, pegawai BUMD, anggota DPRD, serta muzakki perorangan maupun perusahaan yang selama ini konsisten menunaikan zakat sesuai Peraturan Bupati Garut Nomor 52 Tahun 2023.
Bupati Garut: Baznas Lebih Cepat Hadir Saat Darurat
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan apresiasi terhadap kinerja Baznas yang di nilainya memiliki fleksibilitas tinggi dalam merespons kondisi darurat.
“Dalam situasi bencana, ketika pemerintah masih terkendala mekanisme anggaran, Baznas bisa langsung bergerak. Ini kelebihan yang sangat penting dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin mempercayai BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat resmi yang diakui negara.
Milad ke-25: Zakat Menguatkan Indonesia
Peringatan Milad ke-25 Baznas Kabupaten Garut tahun ini mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, yang dimaknai melalui empat pilar utama. Yakni Pilar Karakter, Pilar Keadilan Ekonomi, Pilar Kemandirian, dan Pilar Penguatan Pembangunan Nasional.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Baznas Garut turut menyalurkan bantuan melalui program Garut Sehat. Bentuan berupa 9 unit kaki palsu, 2 unit kursi roda, serta aktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi 22 warga yang membutuhkan.
Melalui momentum 25 tahun pengabdian ini, Baznas Garut menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pilar kesejahteraan umat. Kemudian menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun Garut yang lebih berkeadilan dan sejahtera.
(Y.A. Supianto)


